Pak Jokowi Sering Datang dan Pesan Jamu Gendong Ibu Misri

Jamu gendong atau sering disebut jamu Jowo, dengan penjualnya hampir 85 persen orang Jawa, kini sedang naik daun namanya. Karena jamu ini berasal dari tanaman empon empon yang biasanya hidup dikebon atau lahan sekitar rumah orang desa. Jenis empon empon itu, antara lain jahe, kunir atau kunyit, temu lawak, sere, bawang merah dll. Kemudian yang rasanya pahit adalah daun pepaya atau kates, bruto wali, kayu manis, daun salam, daun kelor, laos, suket teki dll, saat ini laku keras. Misalnya saja, jahe harganya mencapai Rp. 140.000,- per kilogram. Temu lawak mencapai…

Read More

Virus Corona Gegerkan Dunia Pendidikan Solo Raya JAMU GENDONG BU MISRI DISERBU PEMBELI

Di Solo sekolah negeri dan swasta diliburkan oleh pemerintah demi dan untuk keselamatan anak anak dan guru guru kita. Dari gegernya virus corona yang asal muasalnya dari negeri China dan menyebar hampir ke seluruh dunia, tentu ada yang diuntungkan. Mereka bukan pengusaha, tetapi bakul jamu gendong. Dia adalah ibu Misri (pernah dimuat di majalah Didik) edisi Maret. Bu Misri merasa senang dan bersyukur, karena sejak virus itu muncul, dan apalagi di Solo sudah ada yang terjangkit, meninggal infonya. Maka jumlah pembeli semakin bertambah. Sampai Antre dan kehabisan bahan baku. Kendati…

Read More

PELATIHAN MANAJEMEN DAN MOTIVASI KEWIRAUSAHAAN JAMU GENDONG oleh Sartono Putro, Suranto dkk

Kegiatan PKM di Puti Sehati jamu gendong menghadirkan motivator bisnis dari UMS Dr Suranto, MM beralamat di desa Pengkol, Kecamatan Nguter memiliki potensi tinggi untuk usaha jamu. Budi daya tanaman herbal ini sangat mudah, ditanam di areal persawahan atau pekarangan sekitar di desa tersebut. Tanaman herbal yang sudah 7 bulan sampai 1 tahun siap dipanen untuk dijual sebagai minuman kesehatan herbal. Daerah pemasaran antara lain Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Karanganyar, Klaten, Jogjakarta dan sekitarnya. Selain itu juga ke Lampung, Aceh, Surabaya dan kota-kota besar di Indonesia secara online maupun…

Read More

Bulan Puasa Seorang Manula Tetap Bekerja Sebagai Buruh Gendong

Meski menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan ibu-ibu warga lereng merapi boyolali, tetap bekerja sebagai buruh gendong panas terik matahari dan beban berat yang digendong bukan halangan dalam bekerja demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Samsuni (60) adalah satu dari puluhan ibu yang mengandalkan hidupnya dengan menjadi buruh gendong di pasar sayur cepogo, menurutnya ibadah puasa tidak menghalangi dirinya dalam mengais rejeki. Ibu Samsuni saat dijumpai tim KarysmaFm menuturkan “Lemas sedikit tidaklah menjadi kendala, ibadah tetaplah ibadah”. Lebih lanjut Samsuni menuturkan buruh gendong dijalani karena pendapatan suami sebagai seorang petani dirasa…

Read More