Kisah Guru SDN Wonogiri Soal Pembelajaran Online, “Sedih…”

Banyak hikmah yang dipetik dari pandemi virus Corona/Covid – 19 tahun 2020. Satu sisi Corona membuat manusia sengsara tetapi pada sisi lain bikin para guru di desa sedih, karena banyak hal yang harus dihadapi. Belajar sistem online jika di kota besar tidak masalah, karena sinyal bagus, tetapi kalau di desa seperti di daerah Slogohimo, Bulukerto, Puhpelem, Domas, Ngaglik, Baturetno, Pracimantoro, Jatisrono, Purwantoro, Kismantoro, Jatipuro, Ndarjo dan lainya selalu dihadapkan pada sinyal.
Kemudian yang kedua, banyak murid yang belum punya HP, tidak punya kuota, belum menguasai program, dan jika mau mengakses data atau materi, harus naik ke gunung, atau datang ketempat yang lebih tinggi dan ada sinyal, misalnya ke Sendang.
Inilah problem besar yang harus kita hadapi bersama jika pendidikan di Indonesia mau maju. Kita boleh mimpi pendidikan kita seperti Singapura, Jerman, Vinlandia dan negara besar lain seperti Amerika Serikat. Kualitas Sarpras kita harus ditata dulu, dilengkapi, dan pihak Telkom atau apalah mengadakan survey atau penelitian tetang sinyal ke desa desa. Sedih campur senang, asyik, tetapi waktu untuk menuju ke tingkatan era tinggal landas (take of). Mungkin saya salah satu guru SD yang berada didesa Wonogiri yang mewakili teman teman untuk angkat bicara soal pembelajaran online.
Tetapi mau bagaimana lagi, keadaanya memang demikian, aturanya begini, kondisinya baru sampai disini.Mau tidak mau harus kita terima apa adanya. Ini baru di Jawa, lalu bagaimana dengan di luar Jawa, lebih tidak tercover lagi. Kita ini negara besar dan luas, tetapi soal IT masih jauh tertinggal dari negara kecil tetapi sudah maju, Singapura misalnya. Bukankah pendidikan itu modal utama bagi suatu negara yang ingin maju dan berkembang.
Hampir satu bulan anak anak, guru, belajar dirumah. Nampaknya tingkat kejenuhan sudah mulai tampak. Murid stres, karena sudah mulai kangen dengan teman dan guru gurunya. Pengawasan dan pendampingan dari orangtua melekat. Jika dulu sebelum ada Corona, orangtua bisa bekerja beraktivitas secara leluasa untuk mencari rejeki.belum lagi jika bicara soal kondisi keuangan orang desa yang ekonomi keluarganya pas pasan, ekonomi lemah. Inilah ungkapan Rita Nurhidayati, S.Pd, M.Pd (Guru SDN Sumberagung 1Batuwarno) Wonogiri, terkait pembelajaran online di desa.(Ris/r)

Related posts