Kawah Condro Dimuko SMKN 4 Surakarta

Peristiwa GREBEG peserta terulang kembali sejak MGMP SOLO RAYA dengan KEPALA SUKU Sri Hastuti Lastyawati, M.Pd, guru utama pada SMKN 4 Surakarta, bekerja sama dengan AUB dibawah pembinaan pimpinan Ketua Yayasan Adi Luhung dr. Anggoro mengadakan diklat PTK di Kampus AUB di bulan Oktober tahun 2018, kemudian dilanjutkan bulan Januari tahun 2019 bekerja sama dengan PRODI PKN FKIP UNS mengadakan Diklat Penyusunan Buku dan Modul dan dilanjutkan lagi bekerja sama dengan Prodi PKN FKIP UNS bulan Februari tahun 2020 mengadakan Diklat Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif.
Diklat tersebut dibanjiri peserta yang mbludag seolah terjadi GREBEG peserta karena berduyun-duyun peserta berdatangan yang berasal dari GURU-GURU se SOLO RAYA dan sekitarnya , dengan jumlah peserta tiap diklat lebih dari 1000 peserta, yang terdiri dari semua Guru mapel semua jenjang pendidikan dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMK, SMA/MA, para peserta tersebut merasa mewajibkan diri , disamping untuk menimba ilmu juga untuk persyaratan naik pangkat , ditambah lagi beaya murah (100 ribu, pola IN ON , durasi waktu 32 jam)
Setelah ON selesai, peserta diwajibkan membuat karya yang telah di pelajari, dikirim lewat email, berikut nya peserta menerima sertifikat yang di tanda tangani oleh Kepala Cabang Dinas. Sertifikat diambil di setiap contact person tiap wilayah (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, Klaten)
Pada saat pendistribusian sertifikat, ada peserta yang mengambil di SMK N 4 SURAKARTA. ( DIKLAT FEBRUARI 2020)
Bagi peserta yang mengambil sertifikat di SMKN 4 SURAKARTA pada saat ini, mereka tidak bisa langsung masuk wilayah Sekolah tersebut, karena di Sekolah tersebut di jaga beberapa Satpam yang siap menembak dan memasukkan para tamu ke dalam Kawah Condro Dumukonya SMKN 4 SURAKARTA, dalam rangka mensucikan dari pandemik Covid-19 baik warga Sekolah tersebut maupun para tamu yang memasuki wilayah Sekolah tersebut.
Menurut keterangan Wakil Kepala Sekolah Bidang Ketenagaan SMK N 4 SURAKARTA (Doko Mulato, S.Pd), Bahwa penggunaan cek virus atau alat kontrol suhu badan, sejak adanya himbauan untuk memutus rantai virus yang masuk ke sekolah serta mengetahui kalo ada indikasi suhu badan diatas 37.5 untuk pulang atau cek dokter, sedangkan peralatan tersebut ada/didatangkan dari UNS, sejak para mahasiswa UNS yg turut peduli untuk partisipasi dalam pencegahan Covid-19.(ries/r)

Related posts