Dr. Drs. H. Anwar Hamdani, SH, SE, MM, M Hum (Ketua Komite MTsN 2 Surakarta) Selalu Bersyukur, Menyikapi Cara Hidup Cicak

Setiap manusia mempunyai gaya hidup (style) sendiri sendiri berdasarkan sikap atau karakter. Sama sama memiliki hak hidup, termasuk bersikap dalam pergaulan maupun saat menerima rejeki. Cara Allah memberi rejeki itu berbeda ragam cara, ada yang harus kerja malam, di pabrik, kantor, dan berwira usaha. Banyak trik dalam diri setiap orang. Oleh karena itu tidak salah jika kita ikut milirik gaya hidup cicak (seperti dimuat di koran harian SoloPos, embun pagi) disitu tertulis gaya hidup cicak ketika cari makan. Menurut mantan Ketua STIE AUB, dan mantan Ketua Komite SMAN 1 Surakarta ini, tidak salah jika menengok gaya cicak dalam mengais rejeki. Jika cocok silahkan ditiru, jika tidak juga tidak apa apa.
Ingat lagu cicak-cicak di dinding?
Cicak-cicak di dinding
Diam-diam merayap
Datang seekor nyamuk
Hap! Lalu ditangkap
Inilah konsep rezeki yang Allah ajarkan melalui cicak.
Makanan cicak adalah serangga macam laron, nyamuk, dan sebagainya.
Kalau dilihat, semua makanan cicak memiliki sayap, yang berarti mereka bisa terbang. Sedangkan cicak tidak bisa terbang, hanya bisa merayap di dinding.
Lalu apakah cicak mengeluh tidak bersayap sedangkan makanannya semua bersayap?
Tidak.
Yang dilakukan cicak ‘diam-diam merayap’. tetap berjalan mencari rezeki. Inilah poin pertamanya.
Soal rezeki, kita harus berusaha dengan ikhtiar, bukan pasrah tanpa usaha.
Allah telah menetapkan dan membagi-bagikan rezeki kepada setiap makhlukNya.
Tugas makhlukNya hanyalah menyambut rezeki itu dengan ikhtiar dan tawakkal.
Kemudian lihat lanjutan liriknya.
Datang seekor nyamuk.
Siapa yang datang? Nyamuk. Rupanya makananlah yang mendatangi cicak,
Memang cicak merayap, berjalan mencari makanan. Namun pada kenyataannya, jika kita berbicara secara logika, mana ada nyamuk yang mau diam saja saat cicak mendekatinya untuk memangsanya?
Tapi jika itu sudah menjadi takdir cicak, ternyata nyamuk dengan sukarela mendekatinya.
Ini poin kedua.
Allah akan berikan rezeki itu pasti.
Karena setiap makhlukNya takkan mati kecuali setelah semua rezeki bagiannya diberikan.
lirik terakhirnya.
Hap! Lalu ditangkap.
Nah, itu dia, poin ketiganya.
Ambil rezeki yang Allah berikan itu, jangan ditolak.
Kesimpulanya bahwa rezeki setiap makhluk sudah Allah sediakan tak terbatas jumlahnya,
dan tugas kita mengambilnya.
Besarnya rezeki setiap hamba tentu tidaklah sama, bergantung dari kapasitas dan keimanan kita.(ries/r)

Related posts