Dr. Anwar Hamdani, SH, SE, MM, M.Hum (Ketua Yayasan Beasiswa Muslim Indonesia) Kita Sedang Diuji, Mari Introspeksi Diri

Kalau ujian alam yang menimpa pada manusia itu datangnya dari Tuhan, maka tak ada seorangpun yang berani berkata kata, kecuali orang kafir yang tidak mengenal Tuhan. Seperti peristiwa dunia, pandemi virus Corona/Covid-19 tahun 2020 yang saat ini memporakporandakan hampir semua lini kehidupan manusia. Keputusan Tuhan itu mutlak dan harga mati yang tidak bisa disanggah, dibantah oleh manusia. Sifat Tuhan itu Ya dan Amin serta melekat pada cakrawala alam ini, sepanjang masa. Seperti pandemi ini, walaupun manusia menderita, tetapi tidak ada yang berani menghujat Tuhan. Sekali lagi, kita hanya bisa bersyukur, berdoa, dan mohon agar pandemi segera hengkang dari muka bumi ini. Ribuan, bahkan manusia tewas karena virus ganas ini.
Atas dasar itulah kita digerakkan hati kita untuk saling waspada, jaga diri, dan saling tolong menolong. Manusia itu makhluk sosial yang ditakdirkan untuk saling membantu.
Kita lihat saja, ditengah situasi panik dan mencekam seperti ini, antara yang kuat, kaya, dengan gang lemah dan miskin, saling berangkulan, gotong royong, saling mengingatkan dan saling membangun kebersamaan.
Agar supaya virus Corona lenyap dari bumi pertiwi ini, kita harus patuh pada aturan pemerintah yang dalam hal ini dunia kesehatan. Cuci tangan pakai sabun, jangan kumpul kumpul lebih dari 5 orang, pakailah masker dll. Dan yang saat ini sedang gumregah cancut taliwondo, agar pandemi ini segera pergi, masyarakat diharap untuk nenutup gang gang kampung dimana mereka tinggal, agar tidak kemasukan orang yang datang dari daerah lain, yang disinyalir membawa dan akan menularkan virus mematikan.
Masyarakat kian sadar akan ganasnya virus tersebut, sehingga sistem ronda, jaga kampung mulai dihidupkan lagi. Bagi orang daerah, atau desa, sistem kode inisial sebagai alat komunikasi trasional adalah kentongan. Ada kode tabuh, seperti diungkapkan oleh Dr. Anwar Hamdani bahwa kebersamaan, dan alat komunikasi tradisional mulai diberdayakan lagi. Hal ini bukan karena apa, tapi dipakai untuk alat jaga atau ronda malam. Dampak dari Corona sudah nampak jelas, semua lini dan sektor kehidupan manusia mulai error, melemah, sendi sendi perekonomian kian tak karuan. Ketika kita sedang diuji oleh alam, maka yang harus kita lakukan adalah bersyukur dan memohon agar Tuhan tetap menolong kita.(ries/r)

Related posts