Dosen STIE AUB Beri Pendampingan Pembuatan Air Kesehatan Bagi Warga Colomadu Karanganyar

KARANGANYAR – Dalam rangka untuk meningkatkan dan membangkitkan potensi serta pemberdayaan masyarakat desa, tiga dosen STIE AUB Surakarta belum lama ini memberikan motivasi dan pendampingan wirausaha pembuatan air kesehatan di desa Gedongan Colomadu Karanganyar. Ketiga dosen itu antara lain DR. Purwito Kesdu. Ac, SE.MM, Dr. Anggoro Panji Nugroho,SE. MM dan Drs. Joko Sekti R, SE,MM, MPd.
Pengabdian kepada masyarakat itu merupakan hasil kerjasama dengan pejabat kelurahan dan tokoh-tokoh masyarakat untuk melakukan observasi guna memperoleh gambaran kondisi masyarakat setempat dengan cara mengajak peran serta pejabat kecamatan dan jajarannya seperti kepala desa gedongan, serta tokoh-tokoh masyarakat seperti para ketua RW untuk menemui para warga guna memperoleh masukkan dari mereka tentang apa yang mereka butuhkan.
“Tim mengadakan pertemuan dengan mereka untuk mengadakan penyuluhan dalam rangka memberikan informasi, dan motivasi serta pendampingan pada masyarakat untuk pembuatan air kesehatan,” ujar Dr. Purwito Kesdu, selaku ketua Tim.
Purwito menjelaskan, warga desa Gedongan kecamatan Colomadu kebanyakan sudah hidup pada zona nyaman dalam ekonomi yang pas-pasan atau cukup untuk hidup sederhana dan kelihatan cukup bahagia. Kelihatannya mereka sdh merasa cukup dengan hidup sederhana sesuai dengan falsafah jawa “nrimo ing pandum”. Banyak yang menjajakan jajanan setiap hari Sabtu dan Minggu yang cukup bisa untuk menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Namun sebenarnya masyarakat desa Gedongan juga masih banyak yang ingin mengembangkan sayap untuk bisa hidup lebih maju seperti kebanyakan masyarakat kota. Mereka tidak tahu harus menjalankan usaha apa yang sekiranya bisa dilaksanakan dan mulai darimana dan bagaimana caranya.
“Oleh sebab itu kami tim pengabdian masyarakat STIE-AUB Surakarta mengajak mereka utuk keluar dari zona nyaman mencari informasi untuk menangkap peluang bisnis yang bisa di jalankan, yaitu untuk menjalankan bisnis pembuatan air kesehatan untuk menambah penghasilan mereka,” paparnya.
Purwito Kesdu lebih jauh memaparkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara: Pertama, memberikan informasi dan arahan cara memulai usaha pembuatan air kesehatan, dengan modal dasar keberanian dan mau bekerja keras serta percaya diri yang kuat untuk bisa menjadi pengusaha yang tangguh, dan juga berani mengambil risiko yang telah diperhitungkan.
Kedua, memberikan penjelasan cara pemrosesan air kesehatan dan memberi kan penjelasan cara memasarkanny, ini mengingat bahwa air kesehatan masih sangat langka dan jarang yang bisa memprosesnya. Dengan mendemokan cara pemrosesan dengan mesin kangen water beberapa kali di tempat yang berbeda dalam satu wilayah kecamatan Colomadu kabupaten Karanganyar.
Ketiga, dengan mengenalkan dan menunjukkan serta memberikan cara pemrosesan air kesehatan yang baik, ini dari pemrosesan sampai pengepakannnya mulai dari menyiapkan air biasa di proses dengan mesin air kesehatan kangen water memerlukani beberapa waktu, dan di jelaskan juga cara pengepakan yang benar agar bisa menarik calon konsumen. (hr/ries)

Related posts