Deden Dermawan, S. Kep, Na, M. Kep (Kaprodi D3 Keperawatan Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo) PELUANG KERJA LUAS, SEBELUM LULUS SAJA SUDAH HABIS DIPESAN DUDI

Seorang nara sumber majalah Didik yang satu ini dikenal sangat cekatan dalam bekerja dan saat mengambil tindakan dan keputusan. Karena itulah, dia dipercaya oleh Direktur Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo untuk menjabat Kaprodi D3 Keperawatan. Kreatif, inovatif, dan komunikatif, serta cepat akrab dengan siapa saja yang ajak bicara (kenalan). Lulusan S1 Stikes, Ngudi Waluyo, Ungaran, Semarang ini mengaku sangat senang menjadi dosen di kampus ia bekerja sekarang. Menurutnya kuliah dibidang atau yang konsentrasi di bidang kesehatan tak ada istilah nganggur. Apalagi disaat seperti sekarang ini pandemi virus Corona/Covid-19 tahun 2020 menggilas umat manusia di muka bumi ini. Intinya tidak ada istilah nganggur. Pasti yes, dan Amin, tuturnya.
Berbicara soal program studi yang diampunya sekarang, pria kelahiran Surakarta, 17 Nopember 1978 ini adalah alumni S2 Undip, Semarang, kata Deden, sangat membanggakan, karena belum lulus saja sudah habis dipesan oleh DUDI. Seperti apa komentarnya, berikut pendapatnya.
Sekilas tentang program studi D3 keperawatan, sejarah yang dilewati sebelum digabung dalam Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia di Sukoharjo pada tahun 2010 dengan diterbitkan SK. Mendiknas RI No. 20/D/O/2010, yaitu terdapat keberadaan empat akademi / Program Studi Diploma III, yaitu : Akademi Rekam Medik dan Informasi Kesehatan (RMIK), Akademi Keperawatan, Akademi Farmasi, dan Akademi Kebidanan.Sebelumnya jauh lebih khusus pada tahun 2001 didirikan Akademi Keperawatan Bhakti Mulia Sukoharjo berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional Nomor 210/D/O/2001 dan atas rekomendasi Departemen Kesehatan RI.
Keberadaan penyelenggaraan program studi D3 keperawatan telah berjalan selama 19 tahun. Saat ini program studi D3 keperawatan memiliki status Akreditasi B dari LAM PT Kes. Dalam hal tersebut program studi mengupayakan penyelenggaraan Pendidikan yang berkualitas.Mengasah itu semua program studi D3 keperawatan menyelenggarakan kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi bidang Pendidikan: Pengajaran (+14-16 minggu), Praktikum (Lab +14-16 minggu) dan Praktik Klinik Keperatan/Lapangan (+3-4 minggu per bidang keperawatan) dengan total SKS Pendidikan 118 SKS. Selain itu juga diselenggarakan kegiatan Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat bagi dosen dan mahasiswa.
Menjadi seorang perawat tidaklah mudah. Harus memiliki ketekunan dan kemauan yang kuat. Keberadaan dan kebutuhan akan lulusan program studi D3 keperawatan yang cukup tinggi, terutama dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi diberbagai sektor pembangunan dalam menghadapi era globalisasi seperti perdagangan bebas, semakin cepatnya arus sumber daya fisik dan informasi, sehingga memberikan peluang besar bagi lulusan untuk dapat diserap didalamnya. Keinginan untuk memperoleh pekerjaan sesuai bidang keperawatan, merupakan motivasi yang sangat kuat mahasiswa program studi D3 keperawatan, karena dalam kenyataan di bidang tersebut dapat memberikan pendapatan status dan sosial yang baik.
Oleh karena itu untuk menghadapi tantangan tersebut mahasiswa / lulusan dibekali dengan kegiatan BTCLS (Basic Trauma Cardiac Life Support) yang diselenggarakan rutin setiap tahun bekerja sama dengan Gadar Medik Indonesia.Bekal lulusan dibidang komplementer: 2 tahun terakhir lulusan dibekali kemampuan untuk Bekam dengan diadakan workshop komplementer ”Bekam Sunnah Standar Medis”. Selain itu kebutuhan STR (Surat Tanda Registrasi) menjadi jalan tersendiri untuk mendapatkannya sebagai syarat dan tuntutan kebutuhan di rumah sakit. Dalam 3 tahun terakhir presentasi lulusan uji kompetensi Program studi D3 keperawatan : tahun 2019 : 98%, tahun 2018 : 100% dan tahun 2017: 100%. Dan terakhir data serapan Alumni dalam dunia kerja : tahun 2019 : 88%, tahun 2018 : 100% dan tahun 2017: 100%. Dalan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) ada sector – sector yang relevan bagi lulusan perawat seperti sector medis dan kesehatan: rumah sakit, umah sakit, puskesmas, klinik kesehatan, panti jompo, home care dan lain sebagainya. Hal ini menjadi beberapa catatan kualitas penyelenggaraan pendidikan khusus nya Program Studi D3 Keperawatan.
Tantangan perawat saat terjadi pandemic Covid-19 bahwa perawat menjadi garis terdepan perlawanan kepada Covid-19. Perawat menjadi korban penularan virus bagi pasien yang dirawatnya bahkan banyak dari tenaga perawat yang meninggal. Perawat lebih sering berinteraksi langsung dengan pasien dan tenaga kesehatan lainnya. Risiko mereka terpapar virus Sars-CoV-2 — penyebab penyakit COVID-19 — pun semakin besar. Oleh karena itu perawat professional ini tetap bekerjar dan melaksanakan tugas profesinya mesti ditengah minimnya fasilitas pelindung yang memadai.(ries/r)

Related posts