Nugroho Wisnu Murti, M.Si, M.Ec.Dev, Akt, CA IDE LIAR GURU ADA YANG KREATIF DAN INOVATI

Terkait dengan pendapat Pak Gubernur Jateng, sesungguhnya sukses pendidikan tidak hanya bisa tergantung pada kualitas yang seringkali diidentikan dengan kemampuan bidang akademik para Dosen atau Guru saja. Saat ini Students Center Learning (SCL) yang digunakan untuk strategi pendidikan kita memberikan kesempatan siswa dan mahasiswa untuk punya insight yang dapat jauh melebihi guru atau dosennya. Sehingga dosen atau guru sebaiknya juga tidak menempatkan diri di kelas sebagai satu-satunya sumber informasi untuk menyampaikan pengetahuan atau terkait. Dan menurut saya, salah satu keberhasilan pendidikan kita, ketika peserta didik kita bisa melebihi kita sebagai guru atau dosen. Sehingga dosen atau guru di kelas lebih identik sebagai fasilitator di kelas, dan Ilmu pengetahuan dapat bersumber dari siapa saja. Menurut saya tugas dosen atau guru dengan peran seperti itu sebenarnya jauh lebih berat dibandingkan dengan jaman dulu dan juga berlaku untuk siswa dan mahasiswa. Tetapi, sesungguhnya SCL lebih menyenangkan dan challenging untuk strategi pendidikan termasuk tingkat keberhasilan pendidikan yang tinggi ketika kedua belah pihak (dosen/guru dan mahasiswa/siswa) saling kooperatif.
Tantangan pertama adalah kita harus memastikan kalau mahasiswa kita datang dikelas tidak bawa “gelas kosong”. Kita biarkan mereka bawa apa yang mereka suka dan kita akan tambahkan sesuatu dari hasil diskusi dikelas dan tambahan tersebut seharusnya sesuai yang mereka butuhkan, dan selera mereka untuk dapat dinikmati dengan lebih baik. Tidak seperti dahulu ketika mahasiswa dan siswa hanya dapat datang dikelas tanpa persiapan apapun dan hanya menunggu guru atau dosen untuk menjelaskan secara detail apa yang tertulis dalam buku.
Tantangan kedua adalah dosen sebagai falitator dan mengakhiri kelas dengan kesimpulan dengan multi paradigma. Artinya kita perlu paham bahwa “Ilmu pengetahuan berkembang dari ketidaksetujuan”. Ilmu pengetahuan yang dikembangkan manusia yang saat ini kita yakini benar sebaiknya kita katakan saja valid, karena ilmu tersebut dibatasi dengan berbagai macam asumsi. Sehingga tugas kita adalah mengurangi asumsi-asumsi tersebut untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang lebih applicable. Ketika kita setuju bahwa ilmu pengetahuan tersebut benar, maka hanya akan ada persetujuan, dan ilmu pengetahuan akan sulit berkembang. Siswa dan mahasiswa yang kooperatif dikelas tergantung dengan seberapa dalam materi apa yang mereka bawa dalam gelas diatas (dibatasi sesuai dengan materi terkait). Diskusi yang efektif akan memberikan banyak ketidaksetujuan dan kita sebagai guru atau dosen perlu memberikan kesimpulan ketidaksetujuan tersebut dengan perspektif multi paradigma. Hal tersebut tidak mudah karena bukan hanya menyimpulkannya saja yang sulit, tetapi mengembangkan diskusi yang baik juga tidak mudah dilakukan dikelas. Sukses SCL tidak bisa dari satu pihak. Peserta didik juga harus kooperatif, dosen dan guru juga perlu membuka diri untuk mengeksekusi ide “liar” yg mungkin hal itu akan berikan kontribusi besar utk kehidupan kita. Kita perlu mengerti banyak perspektif untuk itu, tetapi bidang tertentu harus kita takuni secara lebih mendalam. (ries/r)

Related posts

Leave a Comment