Mengungkap Tabir Perempuan Bau Laweyan

Percaya boleh dan tidakpun juga tidak masalah. Pernahkah mendengar wanita atau Perempuan Bau Laweyan, konon katanya jika wanita itu dinikahi oleh pria maka akan menemui ajal, mati. Berapa kalipun jika wanita itu menikah pasti akan gagal ditengah jalan alias suami itu akan mati. Sebenarnya ada apa dengan wanita yang dimaksud. Para sesepuh atau nenek moyang bilang wanita bau laweyan harus diruwat jika ingin baik dalam perjalanan hidupnya kelak. Apakah ada karma dan dosa dalam keluarganya. Sebab masalah ini sering dibahas dan banyak peristiwa terjadi ditengah masyarakat. Siapa yang mengerti betul akan hal ini, sebaiknya kita kupas, lagipula tidak ada yang dirugikan. Orang Jawa sering otak atik terhadap hal ini. Majalah Didik akan mengupas hal ini sebagai bentuk kepedulian dan perhatian. PLKJ Award Ke 19 AUB segera tiba, kalau tidak salah akan jatuh pada bulan Juni. Disinilah tempatnya para sesepuh yang nguri nguri kebudayaan Jawa. Setidaknya mereka tahu akan hal ini. Kami akan menulis dan menyuguhkan kepada pembaca akan arti dan maknanya, serta harus bagaimana tindak lanjutnya.DN. Turniawan yang sering disebut Eyang Glempo ini akan urun rembug soal Wanita Bau Laweyan, dan beberapa sesepuh lain juga akan angkat bicara soal ini. Belum lama ini ada seorang guru mengalami nasib yang sama. Dua kali menikah juga sama, yakni suaminya meninggal dalam durasi waktu 7 hari. Sekarang dia menyandang status janda lagi. Kematian suaminya itu juga menjadi bahan pembicaraan banyak orang. Oke, percaya atau tidak itu hak setiap orang. Yang pasti legenda cerita ini ada dalam budaya kita.

Related posts