Menaker RI Hj. Ida Fauziah, M.Si ORASI ILMIAH LAPANGAN KERJA GEBRAK DUNIA KAMPUS

Orasi ilmiah Menaker RI di Perguruan Tinggi AUB Surakarta, Selasa 10 Maret 2020 lalu mendapat sambutan hangat dari masyarakat kampus khususnya, tetapi juga dari masyarakat umum di seluruh Indonesia. Bahkan usai orasi di depan mahasiswa dan dosen AUB Surakarta, dan kalangan pers atau jurnalis menulis, ucapan selamat itu mengalir melalui telepon maupun WA. Menaker Hj. Ida Fauziah, M.Si di depan audience mengatakan sampai saat ini masalah angka pengangguran baik lulusan SMP, SLTA, dan SARJANA masih tinggi alias belum seimbang (balance), karena itu menjadi bahan kajian dan keprihatinan bagi kita. Atas dasar inilah AUB harus ikut serta berjuang keras, membantu pemerintah mencari solusi agar para sarjananya tidak serta merta begitu lulus ikut ikutan cari kerja, tetapi justru bisa menciptakan lapangan kerja, jadi wirausaha atau pengusaha, tutur Menaker RI kepada wartawan. Terkait dengan hal itu, redaksi majalah DIDIK mencoba ikut menelaahnya dan sedang mencari pendapat, serta tanggapan dari para tokoh pendidikan yakni guru dan dosen. Mereka adalah Dr agus Utomo, SE, MM Ketua STIE AUB, Dr. Drs. Purwo Haryono, M.Hum Wakil Rektor I Unwidha Klaten, Dr. Anton Respati Pamungkas, SE, MM, MH Ketua STMIK AUB, Dr. Eko Priyatmono, S.PD, M.Pd Guru SMK Negeri 8 Surakarta, Dr. Anggoro Panji Nugroho, SE. MM Ketua Yayasan Karya Dharma Pancasila (YKDP) Surakarta yang juga dosen STIE AUB, Dra. Dwi Hastuti, M.Pd Ketua MGMP PPKn SMA/SMK Se Solo Raya yang juga Guru SMK Negeri 4 Surakarta, Dr. Tukiyo, S.Pd, M.Pd (Wakil Rektor II Unwidha Klaten), Drs. H.Suhadi, SH, SE, MM, M.Pd, M.AP Ketua Yayasan Al Hadi Utomo dan Mantan Kepala SMK Kosgoro 1 Sragen yang baru saja pensiun dari Guru PNS, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE AUB Surakarta, dan Mashuri, M.Si Ketua PCNU Surakarta. Mereka akan menuangkan pendapatnya tentang thema yang kami ajukan yakni Benarkah dalam mencari kerja itu, selain asal sekolah/kuliah, prestasi, nilai ijasah, ketrampilan (skill) juga karakter yang baik menjadi bahan pertimbangan yang utama atau prioritas….?
Pendapat atau komentar mereka akan kami suguhkan kepada pembaca secara bertahap di majalah DIDIK Online dan Cetak, mulai hari ini. Secara keseluruhan terkait dengan hal ini, akan kami kemas secara unik dan menarik. Riestanto, S.Sos, M.SI, selaku penanggungjawab keredaksian (Pemimpin Redaksi) mengucapkan terimakasih serta menyampaikan rasa hormat atas saran dan pendapatnya. Opini selanjutnya akan kami tunggu, dan sesuatu yang bersifat positif dan membangun, kami atas nama redaksi majalah DIDIK mengucapkan terimakasih. (Ries/r).

Related posts