Kisah Heroik Guru SDN 1 Sumberagung Wonogiri 14 HARI Ijab Kobul Suami Meninggal Mendadak

Kisah Sedih Pengantin Baru
Nasib manusia tidak ada yang tahu, kaya, miskin, jodoh, maut dan yang lainya, semuanya ada pada kuasa dan kebesaran Tuhan. Manusia boleh berusaha dan merencanakan, tetapi Tuhan yang menentukan. Duh gusti Allah mengapa perjalanan hidupku bisa begini. Dulu aku menikah punya anak satu, tetapi suamiku meninggal diusia muda. Sekian lama aku menjanda sembari membesarkan anak semata wayangku yang cantik, sekarang baru duduk dibangku SD, tiba tiba aku punya pikiran yang baik yakni saya harus meniksh, karena usiaku masih muda. Dari urusan ekonomi tidak ada masalah, cukuplah, tetapi dari masalah hati saya harus punya tambatan lagi. Mimpi daya itu jdi realita atau kenyataan. Alhamdulilah, kerinduan itu dijawab oleh Allah. Benar setelah sekian tahun menjanda akhirnya diputuskan pada tanggal 21 Februari lalu aku menikah dengan seorang pria pujaanya Dwi Widodo, seorang staf TU SMPN 1 Nguntoronadi, Wonogiri. Pernikahan resmi atas dasar agama dan catatan sipil itu berjalan mulus dan cukup menyenangkan bagi Rita Nurhidayati, S.Pd, M.Pd guru PNS SDN 1Sumberagung Wonogiri yang juga seorang wartawati majalah ini. Bulan madu dan rasa bahagia tentu sedang direguknya. Tapi entah mengapa pernikahan itu hanya bida berjalan 14 hari.
Ujian imanku seusai menikah , selang 4 hari ayahku meninggsl, sedih betul nasibku. Tetapi aku sadar bahwa maut itu hanya milik Tuhan. Entah kapan maut itu menjemput, yang asti kita harus siap.
Aku sadar akan hal itu, dan waktu terus berjalan, aku berusaha bangun dan terus mengeliminir kisah ini. Aduuuh…tak ada firasat apa apa, tepat pada hari ke 14 durasi waktu pernikahanku, tiba tiba suamiku Dwi Widodo yang baru berusia kurang lebih 46 tahun meninggal. Berat betul ujian yang harus kuterima. Hingga berita ini diturunkan, hatiku sedih tak terukur. Semoga Arwahnya diterima di sisiNya. Da yang ditinggalkan diberi kesabaran dan kekuatan.
Pernikahan guru SD desa itu hanya memakan waktu 14 hari, doa kita semoga bunda Rita dan keluarganya kuat dan sabar, karena masih ada hari esok yang ceria, dan Tuhan akan menunjukkan jalan terindah lagi. Inilah hidup, dan kata orang jaea, sekedar Mampir Ngombe. Dalam kitab suci disebutkan hendaklaha kita selalu siap dan waspada karena maut itu akan menjemput kita sewaktu waktu. Dan hanya Allah yang tahu dan berkuasa atas semua kehidupan kita dimuka bumi ini. Dikisahka kisah ini oleh Rita Nurhidayati,S.Pd, M.Pd kepada Riestanto, S.Sos, M.Si Pemimpin Redaksi Majalah Didik.

Related posts