Hujan Deras Mengguyur Karena Virus Corona Dunia Usaha di Klaten Jadi Lesu

Klaten, Jawa Tengah. Mengerikan itulah kata yang tepat untuk menginformasikan kondisi perekonomian rakyat. Pekerja kasar menjerit karena banyak toko tutup, bengkel motor dan mobil sepi, pengunjung pasar menurun drastis, sopir taksi, gojek, HIK/Angkringan/wedangan, dunia pendidikan, pariwisata, hiburan/malam dan lainya angkat tangan. Hal ini dikemukakan Pak Mangun penjual Angkringan dari Gunung Kidul. Kemudian penjual makanal kecil seperti pempek, cilok, cilor, maklor, serta kuliner yang lainnya alami kemacetan produk. Hanya bakul jamu gendong atau penjual empon emponlah yang beruntung, karena bisa digunakan hntuk penangkal virus Corona.
Hari ini jurnalis Lintas Media Timotius Ariestianto melakukan liputan ke Gunung Merapi yang kemarin meletus lagi. Kami mengamati secara langsung kondisi ekonomi rakyat, khususnya kawulo alit di Klaten, terlihat memprihatinkan. Mereka mengeluh, menjerit, akan kondisi ekonomi yang terjadi. Disebutkan orang yang terkena kasus virus Corona mencapai 1.155 orang. Diberbagai daerah juga sudah membuat alat pengamanan, misalnya menjaga gang gang dimana ia tinggal. Melarang tamu yang masuk kedaerahnya akan diadakan pengecekan suhu badan.
Seorang pemilik toko helm, Ferdinan (45 tahun) mengaku mengalami penurunan hasil hampir 65 persen tiap harinya. Sekolah dan kampus juga tutup, diadakan pembelajaran sistem online. Depkolektor, marketing, juga mengeluh, semua serba dilema memang, ungkap Lestari (34) marketing isi ulang parfum kepada majalah Didik.
Sukawit dan Panut mengaku sedih, karena sekolah tutup, tidak ada pelayanan untuk pembayaran rekening/langganan majalah dan koran. Akan dilayani jika sekolah sudah mulai masuk, virus Corona dinyatakan menurun dan hilang.Disini yang perlu diwaspadai dari dampak virus Corona adalah menipisnya bahan dasar atau pokok pangan. Karena itu, pemerintah harus tanggap darurat.
Nampak di jalan raya Solo Klaten, sepi, toko toko tutup, karena mereka takut. Dampak lain ujian nasional dan mudik dibatalkan, atau tidak diijinkan. Disinyalir akan menambah penyebaran virus yang mematikan ini. (Ries/r)

Related posts