Frensi Tutanto (Ketua Dewan Pembina YKDP Surakarta) Persatuan dan Kesatuan Hasilkan Kerja Maksimal

Selama ini orang yang belum tahu tentang Perguruan Tinggi AUB (STIE, STMIK, AT) pasti bertanya tanya siapa pemiliknya. Kendati usianya sudah 51 tahun untuk STIE, dan telah meluluskan ribuan sarjana D3, S1, S2. Kampusnya yang megah, sejuk dan membuat para dosen dan karyawan serta para tamu yang datang krasan. Baiklah, AUB itu berdiri dipimpin oleh Dr. Hrc. Tukidjo Martoadmodjo yang sudah almahum beberapa tahun yang lalu. Kemudian dalam perjalanan waktu, AUB secara otomatis diteruskan atau dikelola oleh Frensi Tutanto (anak) pertama. Beliau memposisikan diri sebagai Ketua YKDP. Seiring perjalanan waktu karena masa jabatan dan faktor usia maka pengelolaannya diserahterimakan kepada anak sulungnya yakni Dr. Anggoro Panji Nugroho, SE, MM sebagai Ketua Yayasan Karya Dharma Pancasila. Pria yang gemar naik sepeda onthel dan
beternak burung ocehan (Cucak Rowo, Murai, Cucak Ijo dll) ini minta agar AUB tetap menjadi kawah condro dimuko atau perguruan tinggi nya masyarakat Solo Raya dan sekitarnya, bahkan mahasiswa AUB sudah banyak yang berasal dari luar provinsi dan ada yang dari luar negeri yakni Timor Leste, seperti pernah dimuat oleh majalah Didik.
Anak saya ada tiga (3) mas, yang pertama Dr. Anggoro, Dr. Anton Respati Pamungkas, SE, MM, MH Ketua STMIK AUB dan yang terakhir Anggun (cewek), masih sekolah.
Melalui majalah Didik ini, yang kebetulan pemimpin umumnya anak saya sendiri, Anggoro, maka saya berharap agar rasa persatuan dan kesatuan di lembaga ini tetap dijaga. Karena kedua kata itu akan menjadi kekuatan, modal utama dalam membesarkan AUB yang lebih baik lagi, kedepanya. Kemudian tetap berpedoman pada Pancasila dan UUD 45. Menjaga Kebhinekaan Tunggal Ika. Mari kita jaga ini, agar AUB terus maju dan berkembang mengikuti perkembangan jaman. (Ries/r)

Related posts