Dra. Sri Hastuti L, M.Pd (Ketua MGMP SMA/SMK) Guru Utama SMKN 4 Surakarta

Bidang Studi Kewarganegaraan Jadi Dasar Pembentukan Karakter dan Nasionalisme Anak Bangsa. Harus diamini, diyakini, dan disepakati bahwa pendidikan atau bidang studi Kewarganegaraan (PKn) adalah awal mula, pondasi dasar atas terbentuknya karakter. Jabaran dari karakter itu antara lain, penanaman sikap perilaku, tatakrama, sopan santun, etika atau sopan santun. Menghargai orang lain, khususnya bagi pemimpin, orangtua, tokoh masyarakat, pahlawan dan lain sebagainya.
Menurut saya, rasa nasionalisme anak bangsa harus dimulai sejak anak masuk bangku sekolah, atau mengenyam pendidikan formal maupun non formal.
Jangan biarkan anak kita tidak mengerti arti dan makna Pancasila dan UUD 45. Karena sepintar apapun anak, jika tidak cinta terhadap Pancasila dan UUD, 45 maka ibarat Tong Kosong Berbunyi Nyaring (tiada berarti apa apa) alias tidak ada isinya.
Menanggapi pertanyaan Majalah DIDIK mengenai calon karyawan, pegawai harus punya skill atau keterampilan, sebagai guru sekolah keguruan menyatakan harus dan pasti. Karena sekolah kejuruan memang difokuskan untuk membekali diri murid agar siap kerja setelah lulus.
Ada skill dan ada pula karakter. Dua hal itu jadi konsekuensi sekolah kejuruan.
Setiap ada pertemuan di MGMP saya selalu menekankan agar masalah nasionalisme selalu digaungkan, ditanamkan dalam benak sanubari para guru dan siswa. Itulah yang terpenting menanggapi masalah dunia kerja, bagi para lulusan SMA/SMK serta sarjana yang baru lulus kuliah. Menaker RI yang datang ke Solo, ceramah di PT AUB lalu mendapat perhatian dari masyarakat luas, karena kehadiran Hj. Ida Fauziah, M.Si itu membahas soal kesiapan tenaga kerja muda dalam menghadapi dunia kerja di era milenia. Sekali lagi, skill dan karakter, ditambah nasionalisme adalah tiga hal wajib yang tidak boleh ditinggalkan dalam urusan kerja. (Ries/r)

Related posts