Dr. Purwo Haryono, M.Hum (Wakil Rektor 1 UNWIDHA Klaten) Wabah Virus Corona Serang Dunia Semua Serba Dilema

Belum begitu lama, jurnalis lintas media (Riestanto, S.Sos, M.Si) yang sekarang menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah DIDIK dan Direktur Jurnal Ilmiah IJER ini, melakukan wawancara dengan Dr. Purwo Haryono tentang wabah virus Corona. Kemudian selanjutnya untuk bisa bertemu dengan pria kelahiran asal Pacitan ini tidak semudah seperti yang kita bayangkan.Harus membuat janji terlebih dahulu sebelum menemui beliau, ia masih sering ke Jogja karena ada urusan dinas ke kampus UNY.
Mengenal pria tampan, murah senyum, Komunikatif dan sangat peduli dengan lingkungan dimana ia tinggal dan bekerja, sangat menyenangkan. Ia terkesan sederhana namun tetap kharismatik. Dimata para jurnalis yang sering datang di kampus UNWIDHA Klaten, Doktor pendidikan lulusan Universitas Negeri Jogjakarta (UNY) ini mengaku sedih dan gelisah dengan wabah virus Corona yang dinilai ganas dan mematikan. Berdasar informasi, virus yang asal muasalnya dari negeri Tirai Bambu China ini, bukan malah menurun tetapi justru merajalela ke seluruh dunia. Jumlah orang yang terserang virus ini, semakkn bertambah banyak.
Belum genap satu bulan, virus Corona telah memporakporandakan tatanan program dunia pendidikan, kondisi perekonomian Indonedia, khususnya kawamula alit (orang kecil) yang kerjanya serabutan, PKL, Sopir, Gojek, pedagang HIK atau angkringan wedangan, pekerja malam dll. Pasar mulai sepi, marketing dan sales bingung apalagi bagi depkolektor karena penagihan cicilan diluweskan, diberi waktu tenggang dalam cicilan motor, mobil dan lain sebagainya.
Media cetak juga berteriak, karena pembeli eceran dipagi hari yang berdatangan ke kios kios, agen, harus juga takut. Konon katanya virus Corona ini menyerang disaat cuaca lembab atau dingin. Maka dari itu, saat malam tiba, polisi mulai operasi memohon agar masyarakat yang biasanya nongkrong, begadang diminta untuk segera meninggalkan tempat dan diminta untuk segera pulang.
Dari pandangan kasat mata, kawula alit mulai terseok kondisi ekonominya. Bagi pegawai negeri atau karyawan yang punya gaji bulanan tidak masalah jika harus mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak keluar rumah. Mereka bicara mulai tak ada kendali, semua urusanya dengan perut keluarga. Sementara kebutuhan perut tidak bisa ditunda. Melihat kenyataan ini, sebagai masyarakat kampus bolehlah jika urun rembug, atau ikut prihatin dan ikut membantu mereka dalam bentuk apapun.
Semua serba dilema memang, tidak keluar rumah, bagi kawula alit repot, benar benar tidak makan. Sungguh menyedihkan virus Corona ini. Semoga Tuhan lekas mengeliminir bahkan mencabut wabah ini. Kita hanya bisa berdoa, dan pemerintah sudah berupaya keras mengatasi masalah ini.
Menjawab pertanyaan majalah Didik tentang pembelajaran (kuliah) di UNWIDHA, katanya tetap berjalan seperti biasa, tetapi melalui online. Pelayanan intern dan ekstern tetap berjalan seperti biasa, dosen melaporkan kinerjanya ke Kaprodi masing masing. Kami juga baru saja adakan semprot virus di kampus, ungkapnya. (Ries/r)

Related posts