Dr. Drs. Anwar Hamdani, SH, SE, MM, M.Hum (Sekretaris YKDP dan Mantan Ketua STIE AUB) Surakarta Jumlah Mahasiswa Jadi Parameter dan Penentu Keberhasilan Perguruan Tinggi

Kemauan masyarakat untuk bisa menemukan perguruan tinggi yang lengkap dalam satu paket yakni gedung megah, luas, lengkap fasilitas, bermutu dan berkualitas baik dipandang dari sudut mutu lulusan, kualitas dosen, lengkapnya sarana prasarana dan lain sebagainya. Paket komplit untuk pencitraan itu penting, namun yang tidak boleh ditinggalkan adalah jumlah mahasiswa atau peserta didik. Demikian pula sebaliknya, lengkapya sarana dan prasarana itu sangat penting, dan itu harus ditunjukkan kepada masyarakat luas, khususnya bagi para calon mahasiswa AUB. Kita harus bersatu padu, saling berangkulan untuk memajukan AUB agar lebih meningkat lagi. Publikasi dengan cara apapun, sah sah saja, tujuanya yakni untuk mensiarkan AUB agar terus berada dibenak hati dan pikiran warga masyarakat Solo Raya dan sekitarnya, khususnya, serta masyarakat nasional dan dunia. Kita memasuki bulan Maret dan April, ini bulan yang tepat untuk promosi, setiap sekolah secara umum sedang bersiap siap memasang spanduk, iklan, brosur dll dengan tujuan untuk penjaringan calon murid dan calon mahasiswa. Keseimbangan itu penting, ungkap doktor Anwar Hamdani kelahiran Klaten ini.
Pria supel, dan komunikatif yang akhir akhir ini nama dan fotonya sering muncul di media cetak maupun elektronika sebagai Ketua Pansel Pejabat Eselon ini mengajak kita untuk seia sekata, membangun kekuatan dalam meraih sesuatu yang kita inginkan. Sesuatu itu luas, bisa kuota jumlah siswa, mahasiswa, sesuai target yang diprogramkan.
Mantan Ketua STIE ini berharap agar berhati hati menjaga diri, mematuhi anjuran dari pemerintah utamanya terkait dengan epidemik virus Corona yang menakutkan ini. Mari kita mendekatkan diri kepada Allah, memohon agar dihindarkan dari penyakit mematikan itu.
Ia mengaku senang dan bangga karena dirinya dipercaya oleh masing masing daerah Kotamadya dan Kabupaten untuk jadi panitia sekaligus ketua panitia seleksi para calon pejabat eselon. Ini suatu kepercayaan, karena untuk bisa jadi panitia seleksi harus punya sertifikat dan citra kualitas dan mutu pribadi, ungkapnya. Mantan Ketua Komite SMA Negeri 1 Solo ini mengaku 2 kali atau pernah ditunjuk untuk jadi ketua pansel di Pemkot Surakarta. Dia satu satunya dosen dari perguruan tinggi swasta di Solo yang ditunjuk dalam kepanitiyaan pansel bagi para calon pejabat eselon.
Satu hal yang harus dipegang teguh oleh pansel adalah harus obyektif, transparan,
profesional, akuntabel (bisa dipertanggung jawabkan).
Atas hasil kerjanya selama ini, sudah ratusan pejabat pimpinan tinggi pratama di Solo Raya ini yang sekarang sedang bekerja di instansinya masing masing. Profesional dan obyektif, itulah dua kata yang harus dipegang, tukasnya.Di majelis Dikdasmen Muhammadiyah Kota Surakarta, ia juga aktif dan kalau tidak salah menjabat di bidang Kehumasan. Karena jabatan itu erat dengan urusan publikasi, maka tidak heran jika pergi ia selalu bawa tapecorder perekam dan kamera. Tujuanya untuk mencatat data dan cari foto kegiatan untuk bahan pewartaan di media cetak maupun elektronika. (Ries/r)

Related posts