Dr. Anton Respati Pamungkas, SE, MM, MH(Ketua STMIK) AUB Surakarta

Doktor muda ini sangat serius menanggapi soal ketenagakerjaan di Indonesia yang saat ini sedang jadi sorotan dunia. Suatu bukti nyata untuk menjadi TKI saja harus punya skill khusus, belum lagi soal SDM yang lain, tentu lebih ketat lagi seleksinya. Kemudian soal persiapan calon tenaga kerja kita yang masih minim skill juga menjadi bahan renungan kita, harus diapakan mereka. Karena itu bagi mahasiswa yang sekarang sedang menimba ilmu di bangku kuliah, harus benar benar serius, jangan malas malasan belajar, isi kuliah dengan membekali diri ketrampilan. Jika kuliah di jurusan komputer kuasai ilmunya sedetail detailnya. Jika di keguruan kuasai bagaimana menjadi guru atau pendidik yang bermutu dan berkualitas, sehingga setelah lulus maka ketika melamar kerja, di sekolah atau universitas akan disebut guru yang profesional.
Menjawab pertanyaan dari majalah Didik terkait kompetisi mencari kerja harus berbekal skill dan karakter yang tinggi, pada dasarnya setuju. Menurut saya
attitude itu akan mengalahkan hardskill, dan skill atau keahlian itu bisa dipelajari terus menerus sampai kita bisa. Kendati demikian attitude itu juga sulit untuk kita rubah, dan seseorang yang memiliki kepribadian tertentu biasanya sulit untuk dirubah.
Orasi Menaker RI Hj. Ida Fauziah, M.Si di AUB kemarin sangat tepat, jika disesuaikan dengan kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Mengapa demikian, karena setiap sekolah dan perguruan tinggi berprinsip menyiapkan lulusanya trampil dan berkarakter, sehingga ketika nanti melamar kerja tidak ada masalah. Disini pihak sekolah atau sekolah tinggi dimana mereka kuliah, juga akan terbawa citra baiknya. (Ries/r)

Related posts