Dosen kewirausahaan AUB dan Putri Solo 2016 juga akan angkat bicara soal skill dan karakter sebagai calon guru dumasa yang akan datang

Surakarta – Sejak gubernur Jateng Ganjar Pranowo mensyaratkan calon guru kedepan harus memiliki kepribadian yang tinggi dan skill atau ketrampilan, menjadi bahan pembicaraan yang menarik. Karena untuk menjadi guru tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Mungkin dulu gampang, tetapi sekarang sulit. Guru itu digugu dan ditiru pondasi dasar bagi anak anak bangsa. Kita bisa pintar karena guru. Kita bisa jadi profesor doktor, dan jenderal juga karena guru. Semua keberhasilan yang positif juga karena guru. Guru adalah segala galanya. Karena itu dalam ajaran agama, orang yang pertama kali nanti masuk surga adalah guru. Tidak heran jika sejak dulu hingga sekarang guru itu pahlawan tanpa tanda jasa. Kendati sejak reformasi bergulir guru akhirnya diberi penghargaan yang tinggi, gaji naik dan ada sertifikasi tunjangan.
Menanggapi pertanyaan majalah Didik, Putri Solo ini siap memberikan statemenya terkait masalah tersebut.
Didik bertemu dia saat dia menjadi pembawa acara (MC) pada wisuda PT AUB, Sabtu 14 Maret 2020 di gedung Garuda Graha STIE AUB. Mau tahu seperti apa pendapatnya, ikuti dan baca di majalah Didik edisi April dan Web online majalah Didik setiap saat.

Related posts