Dari Pantauan Liputan Kontributor Majalah DIDIK di Riau Pekan Baru, Tawang Mangu, Karanganyar, Wonogiri, Semarang, Sukoharjo, Klaten dan Solo Hari Ini Virus Corona Gegerkan Dunia, Anak Sekolah Mengisolasi Diri

Bulan Maret 2020 merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena ada berita heroik, viral yang dampaknya sangat luar biasa, yaitu virus Corona yang asal muasalnya datang dari negeri China (Tirai Bambu) itu. Virus ganas ini tidak boleh dianggap sepele, enteng, karena ending akhirnya mematikan. Karena itulah negara sampai mengeluarkan aturan darurat masyarakat Indonedia dimanapun berada, khususnya anak anak sekolah untuk berlibur diri. Menjaga diri dengan cara hidup sehat, banyak minum air putih, jamu Jawa atau gendong seperti temu lawak jahe, kunir asem dll. Satu hal yang penting hindari kontak dengan oranglain khususnya ditempat kerumunan umum. Makan yang bergizi, dan cuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun. Jangan bepergian jika tidak penting atau darurat. Dari pantauan Didik dan info yang masuk, seperti diberitakan oleh televisi swasta per Rabu sore bahwa 1005 masyarakat pulau Jawa sedang dalam pemantauan oleh dinas kesehatan atas komando pemerintah.
Pro kontra, itulah yang terjadi terkait epidemik virus Corona. Seperti dituturkan oleh Tito kontributor majalah Didik di Tawang Mangu Karanganyar bahwa suasana di TW khususnya bagaikan kota mati, sepi nyenyet (Jawa/red) dampak dari informasi virus ini benar benar membuat gigrik (Jawa) masyarakat Solo dan sekitarnya. Apalagi anak anak sekolah disuruh belajar dirumah. Seperti nampak dalam gambar, SDN 05 Tawang Mangu sepi, guru yang masuk piket pun, penjaga sekolah juga takut, waspada dan menjaga diri. Yang membuat sepi keadaan adalah karena guru dan Murid tidak masuk, disamping libur mereka juga mengisolasi diri. Berita ini kami peroleh pada jam 8.00 pagi tadi WIB yang dilaporkan langsung oleh Kontributor Majalah Didik di TW Karanganyar.
Hal yang sama kondisi mencekam juga terjadi di daerah Klaten, Wonogiri, Boyolali, Sukoharjo, Sragen, Salatiga, Ungaran dan Semarang. Menurut Budi Santoso, suasana sama, tidak jauh dari kota kota lain. Tadi malam ada ajakan di WA tepat jam 9.00 ada doa bersama berskala dunia, minta kepada Tuhan agar virus ganas ini segera pergi dari bumi Indonesia.
Demikian juga dengan suasana di Riau Pekanbaru, kontributor Hadi menyampaikan kabar bahwa suasana tidak jauh dari kota lain. Dimana mana orang jaga diri waspada, namun sebagian besar orang tua masih tetap bekerja. Ada yang takut ada yang tidak. Pro kontra soal virus ini terus jadi bahan pembicaraan. Mereka katanya pasrah dan Allah telah melindungi. Hanya berusaha dan berdoa, semoga Allah memberi keselamatan.
Inilah dunia dan sebagai manusia biasa kita hanya bisa menerima dan berusaha. Doa adalah kunci utama atas kepasrahan kita kepadaNya. Kita terima saja, hidup dan mati kita serahkan kepada Sang Pencipta.
Tidak hanya sekolah, tetapi juga dunia kampus. Pada mahasiswa juga banyak yang libur, tidak melakukan akivitas mereka menunggu info dari pemerintah secara resmi bahwa virus Corona nantinya benar benar tiada dan pergi. Nampak kampus STIE, STMIK, AT, AUB juga sepi. Mereka mengurungkan agenda kuliah dan kegiatan yang sudah lama direncanakan. Mahasiswa pecinta alam Argawana STIE yang dalam waktu dekat ini akan mengadakan bersih lingkungan di Pantai Selatan juga ditunda. (Ries/r)

Related posts