Melongok Jamu Jowo Bu Misri Ngipang Solo

Hidup sehat itu enak dan menyenangkan. Karena sehat itu mahal harganya, tidak bisa ditukar dengan segepok uang. Kedengaranya sepele, tapi untuk mewujudkan hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sehat itu butuh perjuangan, tenaga, harta atau dana, serta butuh waktu untuk fokus, cari hari, jam yang tepat. Kadang orang bilang sekalipun tidak punya apa apa tetapi jika punya sehat, maka itu adalah harta utama dan kebahagiaan yang tiada taranya. Sehat itu mahal dan harus disyukuri.
Hidup dijaman modern tidak mudah, karena kita dibius oleh waktu untuk bekerja. Semua makanan dan minuman hampir terkontaminasi oleh zat kimia. Boleh boleh saja, masyarakat mau memilih cara apa saja,. Sehat ala jamu tradisional boleh, sehat ala obat kimia dari resep dokter atau beli di apotek juga sah sah saja. Namun sebagai orang Jawa khususnya, ramuan rempah rempah, atau sejenis jahe putih, merah, temu lawak, kunir asam, bawang putih, kayu manis, laos, daun kelor, ketumbar, lempuyang dan lainya merupakan jamu tradisional yang sejak dulu hingga sekarang, tidak pernah lapuk dimakan jaman. Dampak dari ramuan jamu tradisional ini sudah teruji oleh dunia kedokteran atau dinas kesehatan. Kunir asem, kencur daun salam dan lainya adalah bahan baku dasar bagi penjual jamu gendong alias jamu tradisional. Harga tidak mahal dan bisa menyembuhkan segala macam penyakit secara alami, tidak instan sebagaimana layaknya obat kimia.
Menurut bu Misri, penjual jamu tradisional yang sehari hari berjualan di perempatan warung pelem Desa Sukomulyo, Kadipiro, Kecamatan Ngipang, Surakarta ini, sangat dikenal khasiatnya. Ramuanya komplit, bersih, lengkap, dan tidak ada satupun bahan dari kimiawi. Semua dari tumbuhan obat yang sudah ada sejak jaman nenek moyang.
Harganya pun juga tidak mahal. Sangat terjangkau oleh semua lapisan masyarakat kecil maupun atas. Khasiat nya luar biasa, setiap pembeli sekali datang akan ketagihan jntuk kembali lagi. Mau minum jamu apa saja ada, misal jamu kuat lelaki, sehat wanita jantung, asam urat, ambeiyen, darah tinggi, kolesterol, gula, vertigo, alergi, pegel linu, ginjal dll.
Minum jamu ini tidak sekali datang langsung sembuh butuh proses waktu, karena penyembuhan dengan cara ini melalui proses waktu atau tahapan alami.
Setiap hari buka mulai pukul 02 siang hingga 9 malam. Menurut bu Misri, tamu yang datang untuk minum jamu hasil ramuanya kurang lebih 100 an orang lebih. Mereka terdiri anak anak remaja, tua, laki laki dan perempuan katanya. Namun tamu yang datang paling banyak adalah wanita, mereka ada yang minta jamu datang bulan lancar, kesuburan kandungan, dan bersih dalam kewanitaan, imbuhnya.
Bu Misri dikenal dengan jamunya yang kental asli, dibuat dengan olahan profesional. Mutu dan kualitasnya jempol, menggunakan syarat dalam tata cara rebusnya. Orang yang butuh kesembuhan dari minum jamu ini semakin bertambah. Mereka tidak hanya datang dari Solo tetapi juga banyak yang datang dari luar Solo. Sering ada bule atau turis asing, datang juga minum jamu olahannya. Kami harus ramah kepada siapa saja yang datang. Melayani dengan cepat dan murah senyum. Demikian sepintas tulisan bu Misri, sipenjual jamu tradisional ini kepada majalah Didik.
Bu Misri, minta agar masyarakat rajin mengkonsumsi jamu jowo, awet muda, panjang umur, tidak terlalu beresiko. Tetapi semua itu hanya upaya manusia, soal usia itu hanya Tuhan yang tahu. Berdoa saja, minta pada Allah agar dikabulkan atas apa yang kita minta, tandasnya. ( ries/r )

Related posts