Lebih Dekat dengan Nurbiyantoro AUB

HIDUP ITU IBARAT ORANG MINUM

Judul tulisan diatas mengandung arti dan makna yang luas. Dalam mata kuliah Filsafat Komunikasi diartikan setiap manusia tidak ada yang tidak punya masalah, artinya semua punya. Hanya saja, tergantung dari sejauhmana kita bisa mengatasinya atau dalam bahasa ilmiahnya yaitu bagaimana cara memanage problem. Masalah itu selalu ada dalam diri manusia, dan apakah bisa di eliminir atau tidak tergantung pada diri kita masing masing. Karena itu jangan heran jika tiap hari prosentase orang yang meninggal kian bertambah. Hal ini disebabkan oleh karena sakit, dan yang bersangkutan tidak bisa mengatasinya.   Akibatnya orang itu sakit dan berakibat fatal, yakni maut yang menjemput. Disini kita bicara soal pola hidup dan cara pendekatannya, jangan dibaurkan dengan urusan relegiusitas. Memang semua manusia akan mati, dan maut itu milik Allah. Kita tidak bisa memungkiri akan masalah, dan tidak bisa menolak jika saatnya maut itu datang untuk menjemput.

Dalam kesempatan ini saya turut serta urun rembug, sekaligus ikut serta memberi pencerahan kepada siapapun yang membaca tulisan ini.

Dalam kesempatan ini, majalah DIDIK menayangkan sosok pria yang memiliki wawasan luas tentang fenomena kehidupan yang apabila kita cermati akan menjadi bahan perenungan serta penbelajaran dalam perjalanan hidup kita.

Hidup itu indah manakala kita bisa mensyukuri, tetapi sebaliknya hidup itu bagaikan neraka, katanya, jika kita tidak mengerti akan hakekat hidup yang sesungguhnya. Hidup tanpa materi juga kurang lengkap, dan hidup, jika hanya punya cinta juga tidak akan lengkap, kendatipun manusia memang tidak ada yang sempurna.

Pak Nur, demikian panggilan akrab sehari hari. Diruang kerjanya kantor YKDP AUB Surakarta, Kamis, 26 Februari kemarin, Mantan Anggota DPRD Komisi 4 Boyolali periode 1999 sampai dengan 2004 ini mengatakan bahwa hidup itu ibarat atau bagaikan orang yang sedang minum. Air dalam teko atau porong, Jawa, dituangkan ke gelas lalu diminum untuk mengatasi rasa haus. Disini ada makna positif secara filosofi bahwa dalam perjalanan hidup manusia selaku ada tataran, dan butuh proses waktu. Dalam ilmu filsafat komunikasi bahwa setiap manusia hidup pasti ada atau punya masalah. Hanya saja, apakah kita mampu mengatasi atau tidak.Jika mampu akan berjalan terus, tetapi jika tidak, maka akan jadi bumerang yang lambat hari dan tahun, akan menjadi benalu raksasa yang siap membunuh.

Dalam proses minum pasti ada yang tidak mulus, ada yang tumpah berceceran dan ada yang mulus lolos. Sebenarya kesempurnaan yang kita butuhkan. Tetapi tidak akan bisa, karena takdir kita memang demikian.

Lebih lanjut dituturkan di era milinea banyak orang stres, depresi dan gila, karena terlalu banyak masalah yang harus dihadapi, tetapi realitanya mereka tidak bisa, tidak tahu dan harus  bagaimana. Banyak pejabat struk semasa waktu menjabat  atau seusai pensiun, purna tugas sebagai abdi negara.Pria kelahiran  September 1958 di Boyolali ini mengaku enjoy, santai dalam hidup ini. Tua muda, kaya miskin itu bukan ukuran orang bahagia. Hanya orang yang tidak punya masalah adalah yang bahagia, serta orang sehat saja yang merasakan tentang kebahagiaan.

Mantan Ketua Kagama Boyolali

Periode tahun 2000 hingga 2011 ini mengaku bangga dengan anak semata wayangnya bernama Lintang Subiyantoro, sekarang sedang merampungkan kuliahnya di UGM jurusan Bahasa Inggris. Ia berharap nanti setelah lulus bisa bekerja di perusaan asing dengan upah atau gaji dollar.

Lebih jauh ia menuturkan bahwa dalam menghadapi masalah harus nenggunakan dua pendekatan yaitu Antisipatif dan Reaktif. Kalau saya lebih senang menggunakan pendekatan Abtisipatif. Disini, sebelum masalah itu datang merajalela, atau membesar, lebih baik diatasi, diselesaikan lebih dini. Jangan membiarkan masalah itu datang dan kita tidak tahu cara mengatasinya  inilah yang menyebabkan tatanan demokrasi dan organisasi kita sering kacau dan tidak berkembang. Hidup segan mati tak mau. Banyak perusahaan gulung tikar karena pimpinanya tidak tahu tentang cara memanage konflik. Pemimpin itu harus bisa mengayomi dan melindungi, serta menyejahterakan karyawanya. Pria yang mengagumi Bung Karno akan ajaran ajaranya ini mengaku akan hidup apa adanya, mensyukuri atas pemberian Tuhan, dan menjauhi perbuatan yang akan merugikan orang lain serta lembaga. Kejujuran dan loyalitas adalah dasar pengabdianya kepada siapapun dan terhadap lembaga dimanapun ia berada  menerapkan konsep nasionalisme seperti yang diajarkan Bung Karno melalui Partai Nasional Marhaenisme. Hidup bahagia, sehat, dan dicintai Tuhan adalah semboyan dalam hidupnya. Pria jenius dan sekarang yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris YKDP AUB ini boleh disebut SEMAR, seorang pamomong yang digugu dan ditiru oleh punokawan, dan andahanya. Bisa bergerak kemanapun selagi mau. Bisa ke kanan dan kekiri, ke atas dan kebawah. Bagaikan dewa karena telah banyak mengenyam asam garam, dan pengalaman kerja yang lebih dari cukup. Mari dekat dengan Tuhan karena jaman sudah tua. Hanya Dialah sandaran satu satunya yang akbar, dan sempurna. Dia yang awal dan yang akhir atas langit dan bumi serta segala isinya.

Related posts