Gema Al Qur’an di SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Surakarta

Solo – Sejumlah 122 siswa SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Surakarta, Sabtu 15 Februari 2020 di wisuda.Wisuda Tahfizhul Qur’an Juz 30, 30 Plus, 29, 28 27 dan 26 tahun pelajaran 2019/2020 ini dinyatakan oleh pihak sekolah sangat membanggakan.Seperti dikemukakan oleh Kepala Sekolah Ngatmanto, S.Pd,I, M.Pd bahwa wisuda tahun ini mengalami peningkatan mutu dan kualitas dalam proses pembelajaran.Terbukti dalam pencapaian nilai juz oleh anak – anak sangat membanggakan dibanding tahun sebelumnya.Namun demikian kita tidak boleh puas diri dan diharapkan di tahun berikutnya lebih meningkat lagi.Kepada majalah DIDIK Ngatmanto mengemukakan SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan adalah salah satu sekolah di Surakarta yang berciri khusus sekolah islam.Sekolah ini beralamatkan di Jl.Songgorunggi no.23 Bumi Laweyan Surakarta.Semenjak berdiri pada tahun 1963 sekolah ini terus berkomitmen untuk mencetak generasi – generasi islam yang taat ibadah, berakhlaqul karimah, juga menjadi putra putri sholih sholehah.Pola pendidikan yang terus dikembangkan SD Muhammadiyah 11 adalah sekolah yang senantiasa menyelaraskan antara kebijakan pemerintah, keputusan organisasi Muhammadiyah, dan enggan melanggar norma agama dan masyarakat pada umumnya.Keunggulan yang diusung oleh SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan yang membedakan dengan sekolah lain pada umumnya baik sekolah negeri maupun swast memiliki ” BUDAYA ANEH ”

1.Budaya Agama (A)
Budaya agama yang dimaksud adalah siswa mulai masuk gerbang sekolah jam 07.00 sampai pulang sekolah jam 15.30 hampir seluruh aktifitasnya bernilai agama, seperti
– Budaya salim dan salam ( salim artinya sarana penghapus dosa diantara sesama, salam artinya saling mendoakan dalam keselamatan selama aktivitas sekolah )
– Budaya satu rasa ( baris sebelum masuk kelas adalah hal biasa disekolah manapun, tetapi masuk kelas sambil memperagakan gambar jabat tangan, jabat sahabat, jabat mesra, peluk cinta sesama, salam semangat tidaklah dimiliki oleh semua itu ada di kita )
– Budaya sholat dhuha ( semua melaksanakan baik guru ataupun siswa setiap hari demi doa ikhlas berharap rizki barokah dari sang Kholiq )
– Budaya Cinta Al Qur’an ( bagian dari aktifitas pembiasaan pagi dan siang hari berupa Tahfidzul Qur’an : Tahfimul Qur’an : Khotmil Qur’an dan Tahsinul Qur’an )
– Budaya Sholat berjamaah ( tidak sekedar sholat jama’ah yang tanpa isi dimulai dengan mengaji, menjawab adzan, sholat beisi, zhikir lengkap sampai doa tertib dan berakhir sholat ), ungkap Ngatmanto.
Sementara itu agenda kegiatan wisuda pagi ini menurut Muhammad Nur Rokhim antara lain suguhan drum band, pembacaan ayat suci Al-Quran, menyanyikan lagu Indonesia Raya, menyanyikan lagu Sang Surya, sambutan – sambutan, pidato 4 bahasa ( bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, bahasa Jawa )
Prosesi Wisuda Tahfidz, Tarian dan SBC, Tari akreasi Maumere, Tari Oray Orayan, Gerak dan Lagu, Tarian Kreasi Semaphore, Tari Nusantara.( ries/r )

Related posts