Drs. Tarsa, M.Pd (Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar) Kebijakan Baru Kita Sikapi Secara Bijak

Karangayar – Guru saat ini dituntut meningkatkan kompetensinya sehubungan tugas pokok guru mengajar dan mendidik siswa-siswinya. Dalam perkembangan zaman diera tehnologi seperti sekarang ini membuat guru dituntut dalam meningkatkan kompetensinya.

Mengenai RPP masih banyak faktor yang belum dipahami, oleh guru, kepala sekolah, maupun pengawas diantara dihilangkannya kompetensi inti  dan kompetensi dasar sebagai tujuan pembelajaran. Karena selama ini  kompetensi inti  dan kompetensi dasar sebagai acuan untuk merumuskan tujuan pembelajaran pada komponen utama RPP.

Guru yang membuat RPP dan Silabus, jika komponen materi pokok diganti dan silabus dirubah menjadi satu lembar saja, padahal selama ini RPP dan Silabus yang menjadi andalan guru dalam mengajar, dengan perubahan tersebut tentu para guru tetap menunggu bimbingan dan latihan untuk menggantinya, hal ini akan membutuhkan waktu lagi dalam memperbaikinya. “Semua kebijakan pemerintah pada dasarnya tujuannya baik yaitu untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, oleh karena itu harus kita sikapi secara bijak,” ungkap Tarsa.

Terkait Ujian nasional mulai 2021 akan diganti asesmen sebagai bahan evaluasi. Menurut Tarsa untuk tahun 2021 sudah tidak ada UN lagi, karena diganti dengan asesmen kompetensi, sesuai regulasi baru. Sejumlah regulasi baru tersebut tujuannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia.

Tarsa menambahkan jika UN dan USBN dihilangkan/diganti bukan berarti evaluasi kemudian dihilangkan, melainkan akan mengakomodasi penilaian dari sisi kompetensi, “hal ini tentu berdampak terhadap satuan pendidikan, khususnya para guru memang tidak akan langsung menerima dampak dikeluarkannya kebijakan baru tersebut, namun guru masih harus menyesuaikan diri dalam perubahan tersebut, dengan mengikuti sosialisasi, bintek atau yang lainnya,” imbuh Tarsa. (Ami)

Related posts