Siap-siap, 2020 Jadi Tahun Penyelenggaraan Ujian Nasional Terakhir !

Seolah dibuat gempar dunia pendidikan di penghujung tahun ini, pasalnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ( Mendikbud ) Nadiem Makarim akhirnya resmi menetapkan empat program pokok kebijakan pendidikan “Merdeka Belajar”. Adapun salah satu isinya adalah menghapus Ujian Nasional (UN) mulai 2021. Di kutip dari solotrust.com Nadiem mengatakan tahun 2020 merupakan pelaksanaan UN untuk terakhir kalinya. Penyelenggaraan UN tahun 2021, akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter. Pelaksanaan ujian tersebut akan dilakukan oleh siswa yang berada di tengah jenjang sekolah misalnya kelas 4, 8, 11, sehingga dapat mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran. Hasil ujian ini tidak digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya. Menurut Nadiem Arah kebijakan ini juga mengacu pada praktik baik pada level internasional seperti PISA dan TIMSS.

Sementara untuk USBN, pemerintah menetapkan kebijakan baru penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Mulai tahun depan USBN diselenggarakan hanya oleh sekolah. Ujian dilakukan untuk menilai kompetensi siswa yang dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian lainnya yang lebih komprehensif, seperti portofolio dan penugasan (tugas kelompok, karya tulis, dan sebagainya). Sedangkan untuk penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Kemendikbud akan memangkas beberapa komponen. Dalam kebijakan baru ini guru bebas memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP. Adapun tiga komponen inti RPP terdiri dari tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen.

Keputusan Mendikbud tidak semua kalangan ‘mengamini’, dari sejumlah berita yang beredar sebut saja salah satunya Tempo.co (13 desember ) Pengajar di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Muhammad Nur Rizal tak mempersoalkan langkah penghapusan Ujian Nasional (UN). Namun, Rizal mewanti wanti agar penghapusan UN itu tak dimanfaatkan dan dipolitisasi untuk melahirkan proyek proyek baru yang mengulang lagi rezim UN. Terkait dengan pengganti UN yang oleh pemerintah disiapkan program Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, Rizal menilai tolak ukur ini sebenarnya bukan barang baru.Namun sudah diterapkan di sekolah sekolah negara lain seperti Australia. Dalam program itu yang diukur memang bukan nilai seperti UN, melainkan kompetensi, kemampuan bernalar melalui matematika dan literasi, juga survei karakter anak didik. Di Australia sudah diterapkan menemukan karakter anak didik diukur bukan dari ulangan atau ujian melainkan survei karakter kepada orang tua.

Kebijakan kemendikbud tersebut menjadi perbincangan yang cukup panjang di ruang publik. karena berkaitan dengan masa depan pendidikan di Indonesia. Setidaknya ada dua tokoh nasional yang kontra terhadap penghapusan UN, yakni Jusuf Kalla (JK) dan Buya Syafii Ma’arif.

Dilansir dari Republika.co.id, JK mengatakan bahwa jika UN dihapus, maka akan ditakutkan para siswa nanti akan lembek dalam belajar dan tidak memiliki ukuran kompetensi.  Sedangkan tanggapan Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif atau Buya Syafii meminta rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menghapus ujian nasional (UN) tidak diputuskan secara tergesa-gesa. Hal ini perlu kajian mendalam terkait dunia pendidikan sebab menurut Buya Syafii hal ini bukan Go-Jek. Kekhawatiran yang lainnya jika akhirnya dihapus, UN yang selama ini dipandang sebagai penjaga mutu belajar siswa, akhirnya akan membuat para siswa tidak sungguh-sungguh lagi dalam belajar.

Senada, tidak setujunya di hapusnya UN disampaikan dari kalangan pengajar salah satunya Guru SMA Negeri 8 Surakarta Drs.Sugito Widyatmoko, MM. menurut guru mata pelajaran IPS ini kurang setuju apabila UN dihapus bahwa output sekolah dilihat dari hasil lulusan, sehingga mutu atau kualitas sekolah akan tampak. Namun demikian, pihaknya menghormati dari keputusan Menteri Nadiem Makarim jika diganti menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, artinya guru dengan tiga anak tersebut menyebutkan ketuntasan kompetensi sekolah sepenuhnya yang menentukan.

Disamping ada yang kontra dengan Keputusan Nadiem, justru Gubernur DIY menanggapai hal positif dari gebrakan Menteri 35 tahun tersebut. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono Sepuluh menilai penghapusan ujian nasional oleh Menteri Pendidikan merupakan cara memberikan ruang pelajar untuk mengembangkan diri dan berargumentasi. Penghapusan UN tersebut bisa diganti dengan program assessment. Pasalnya sekarang  guru sudah berfungsi lain, untuk memerdekakan siswa guru tidak hanya berfungsi sebagi pengajar tetapi sebagai pendamping teman dalam berargumentasi dan pengembangan pengetahuan para siswa. Sultan membandingkan jaman dahulu, dimana guru seolah hanya bertugas mengajar murid dan tak peduli  siswanya paham atau tidak. Sultan optimis DIY siap menjalankan program Assessment pengganti UN, jika rencana penghapusan UN tersebut benar dilaksanakan di tahun 2021 mendatang.

Sementara itu Ahmad Munjid (2019), Dosen FIB UGM, menyatakan bahwa pendidikan karakter menjadi kunci mengukur kualitas pendidikan siswa. karena sistem pendidikan kita tidak cukup efektif menjalankan tanggung jawab utamanya: mengasah kritisisme dan nalar logis para siswa. Kita terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengurus prosedur dan formalitas, kurang memedulikan esensi. Dengan demikian, karakter menjadi suatu ukuran yang proporsional dalam pendidikan.

Terlepas dari “Yes or No” adanya penghapusan UN di 2020, sebagai tenaga pendidik, siswa dan orang tua sebaiknya mempersiapkan diri dalam proses perubahan zaman. Adanya perkembangan teknologi semakin kesini menandakan perubahan dari satu titik ke titik yang lain. Keputusan Mendikbud barangkali membawa angin segar pada dunia pendidikan, namun sebagai manusia kita harus pintar dalam hal beradaptasi agar angin yang segar betul-betul dirasakan di Negeri ini. (Widyantoro )

Related posts