Sertifikasi Kompetensi Nasional Bagi Mahasiswa STMIK Dan STIE AUB Surakarta Anggoro Panji Nugroho- Ketua YKDP Surakarta

Dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan agar semakin mampu ujuk kerja dan meningkatkan daya saing lulusan STMIK dan STIE AUB Surakarta, menyiapkan Sertifikasi kompetensi bagi lulusanya. Mahasiswa yang telah menempuh dan lulus matakuliah, diberi kesempatan untuk mengikuti uji kompetensi sesuai skema yang disediakan oleh (LSP) STMIK dan STIE AUB Surakarta, Sertifikat untuk profesi ini diakui secara nasional dan internasional atas kesepakatan kerjasama kementrian tenaga kerja Asean, terkait kesetaraan kompetensi tenaga kerja. Hal ini tentu saja digunakan untuk menghadapi perkembangan ekonomi di era revolusi industri 4.0 dan kesetaraan perlakuan kompetensi dan penghargaan bagi tenaga kerja.

Secara umum negara-negara ASIA and Pasific Group (ASPAG) yang terdiri dari negara berkembang dan maju memahami bahwa pekerjaan masa depan atau future of work merupakan tantangan bersama. Perbedaan tantangan tersebut disikapi dengan berbagai upaya sesuai dengan perbedaan tingkat ekonomi masing-masing negara. Oleh karena itu, perlu peningkatan kolaborasi antara seluruh negara-negara ASPAG dan tetap membutuhkan bantuan teknis dari International Labour Organization (ILO) dalam upaya meningkatkan kerja sama dalam investasi Sumber Daya Manusia (SDM). Negara-negara di kawasan Asia Pasifik harus terus memperkuat kerja sama mereka dalam lembaga dan program pelatihan dan pendidikan vokasi.

Sertifikasi kompetensi Nasional yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) STMIK dan STIE AUB Surakarta, didasrkan atas; Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi Pasal 44: Sertifikat kompetensi merupakan pengakuan kompetensi atas prestasi lulusan yang sesuai dengan keahlian dalam cabang ilmunya. Sertifikat kompetensi diterbitkan oleh Perguruan Tinggi bekerjasama dengan organisasi profesi, lembaga pelatihan, atau lembaga sertifikasi yang terakreditasi kepada lulusan yang lulus uji kompetensi. Sertifikat kompetensi digunakan sebagai syarat untuk memperoleh pekerjaan tertentu.

UU RI Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 18. Tenaga kerja berhak memperoleh pengakuan kompetensi kerja setelah mengikuti pelatihan kerja yang diselenggarakan lembaga pelatihan kerja pemerintah, lembaga pelatihan kerja swasta, atau pelatihan di tempat kerja; Pengakuan kompetensi kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan melalui sertifikasi kompetensi kerja; Sertifikasi kompetensi kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dapat pula diikuti oleh tenaga kerja yang telah berpengalaman; Untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja dibentuk badan nasional sertifikasi profesi (BNSP) yang independen.

Peraturan Pemerintah  No. 23/2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Bab 2 Pasal 2 Ayat 1. BNSP merupakan lembaga yang independen dalam melaksanakan tugasnya dan  bertanggung jawab kepada Presiden Bab 2 Pasal 3. BNSP mempunyai tugas melaksanakan Sertifikasi Kompetensi Kerja. Guna terlaksananya tugas tersebut BNSP dapat memberikan lisensi kepada LSP yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan BNSP.  Standar Yang Terdapat Pada Pedoman BNSP 202:2005 Tentang Pedoman Penyiapan Dan Lisensi LSP poin 3.5. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Lembaga Pelaksana Kegiatan Sertifikasi Profesi Yang Mendapatkan Lisensi Dari BNSP. 3.7. Lisensi. Proses Pendelegasian Wewenang Sertifikasi Profesi Dari Bnsp Kepada Lsp Melalui Proses Akreditasi.

Tenaga kerja yang memiliki kompetensi yang baik bersumber dari proses pendidikan yang baik, maka untuk membangun, memelihara, dan memastikan kompetensi bagi peserta didik perlu diselenggarakannya sertifikasi kompetensi oleh LSP STMIK AUB dan LSP STIE AUB Surakarta.

Tujuan Sertifikasi Kompetensi:

  • Memiliki daya saing yang tinggi dalam dunia kerja
  • Memiliki kompetensi kerja yang sesuai standar kerja baik nasional,international maupun khusus
  • Mendapatkan pengakuan kompetensi secara nasional dan internasional.
  • Meningkatkan peluang karir profesional dan meningkatkan kredibilitas orang tersebut
  • Menambah wawasan baru yang tidak didapat pada saat menempuh pendidikan formal.
  • Dapat meningkatkan posisi dan juga reputasi si profesional tersebut apabila sudah bekerja di dalam sebuah perusahaan.
  • Memenuhi regulasi perusahaan swasta dan Instansi pemerintah sesuai dengan UU Ketenagakerjaan.

Atas dasar peraturan perundangan di atas, maka setiap lulusan STMIK AUB dan STIE AUB Surakarta, dibekali dengan sertifikat kompetensi sebagai pendamping ijasah dengan skema sebagai berikut:

Skema Sertifikasi LSP STMIK AUB:

  1. Menganalisis Kebutuhan Sistem
  2. Perancangan Sistem
  3. Pemrograman Aplikasi
  4. Pengujian Perangkat Lunak
  5. Penerapan Dan Operasional Aplikasi
  6. Pembuatan Desain Grafis
  7. Pembuatan Desain Animasi
  8. Pembuatan Desain Multimedia
  9. Pembuatan Produk Multimedia

Skema Sertifikasi LSP STIE AUB:

Program studi Manajemen.

  1. Kewirausahaan Industri Jenjang 3
  2. Kewirausahaan Industri Jenjang 4
  3. Kewirausahaan Industri Jenjang 5

Program Studi D3 PK, Akt, MI/SIA dan S1 Akuntansi.

  1. Teknisi Akuntasi Pratama
  2. Teknisi Akuntasi Muda
  3. Teknisi Akuntasi Madya
  4. Teknisi Akuntasi Ahli

Related posts