Prof DR. Sri Adiningsih, M.Sc Paparkan Tema Teknoprenership di Era Digital di Seminar Nasional STIE AUB Surakarta

Solo – Untuk memberikan tambahan cakrawala pandang mahasiswa maka sebuah tema hangat dipaparkan oleh Prof. DR, Sri Adiningsih, M.Sc pakar dari UGM yaitu Teknoprenership di era digital dalam sebuah Seminar Nasional di STIE AUB Surakarta. Dalam paparannya Prof. DR. Sri Adiningsih, M.Sc mengungkapkan bahwa entrepreneur dan teknopreneur pada dasarnya memiliki esensi yang sama meskipun terdapat sedikit perbedaan antara keduanya. Teknopreneur adalah mereka yang mendasarkan ke”entrepreneuran”nya berdasarkan keahlian berbasis teknologi sebagai unsur utama pengembangan produknya. Inovasi dan kreativitas sangat mendominasi dalam hal ini Teknopreneur tidak sekedar menjual barang komoditas namun mereka menjual produk inovatif yang mampu menjadi substitusi maupun komplemen dalam kemajuan peradaban manusia.

Mesin pencari situs internet yakni Google, didirikan oleh Page dan Brian dari sebuah proyek penelitian di tingkat doktoral di Universitas Standford pada pertengahan 90-an.Tahun 1998, Page dan Brian berhasil meyakinkan seorang investor untuk menanamkan modal sebesar USD 100 ribu. Tersedianya modal kepercayaan investor tersebut memungkinkan keduanya untuk mampu menarik modal kawan-kawan dan keluarga hingga meraih modal USD 1 juta. Gaya manajemen yang unik, yaitu main-main, santai tapi serius, mewarnai kantor pusat Google plex yang didesain meriah, dengan aneka camilan pada tempat strategis, sarana bilyar atau berenang, hingga beberapa karyawan yang hilir mudik dengan skateboard. Hingga tahun 2006, lulusan terbaik universitas mapan di AS mematok Google sebagai pilihan teratas untuk meniti karir. (Sumber: David A Vise dan Mark Malseed, Kisah Sukses Google, 2006)

Terdapat atribut atau aspek yang dijadikan acuan dalam spirit teknopreneurship, yaitu Lebih suka risiko yang moderat. Menyenangi pekerjaan yang berkaitan dengan proses mantal dengan tujuan utama pencapaian prestasi pribadi. Locus of control internal. Kemampuan kreatif dan inovasi, Cenderung berpikir panjang, memiliki potensi untuk melakukan visi yang jauh ke depanKemandirian

Mengutip Arman Hakim Nasution, Berikut beberapa atribut yang meiekat pada watak seorang teknopreneur diantaranya adalah Berwatak maju, Bergairah dan mampu menggunakan daya penggerak dirinya, Berpandangan positif dan kreatif, Selalu mengutamakan memberi daripada meminta, Pandai bergaul, Memelihara kepercayaan yang diberikan kepadanya, Berkepribadian yang menyenangkan, Selalau ingin meyakinkan diri sebelum bertindak, Menolak cara berpikir, bersikap, dan berbuat negatif, serta mengutamakan benih kebiasaan cara berpikir, bersikap mental, dan berbuat positif, Sangat menghargai waktu, Memelihara seni berbicara dan kesopanan, Tidak ragu atau khawatir akan saingan yang datang dari bawah maupun atas, Bersedia melakukan pekerjaan rendahan (pengorbanan), Tidak akan pernah mementingkan diri sendiri, rakus, atau serakah Jujur dan setia kawan, Menghormati hukum dan aturan Tidak berlebihan dalam hal apa pun, Selalu mengejar martabat dan kehormatan diri, Menahan diri untuk membeli, tetapi meningkatkan kegiatan penjualan

Batik fraktal ditemukan oleh tiga anak muda yang berdomisili di Bandung dengan latar belakang pendidikan yang berbeda, yaitu Nancy Margried (lulusan komunikasi Unpad), Muhammad Lukman (arsitek ITB), dan Yun Hariadi (alumnus matematika ITB). Ketiganya disatukan oleh minat yang sama, yakni seni dan teknologi.Batik fraktal lahir dari serangkaian penelitian yang dilakukan sepanjang tahun Selama berbulan-bulan mereka meneliti ratusan motif batik tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Mendirikan Piksel Indonesia, di mana Nancy menjadi CEO. Melalui bendera Piksel Indonesia ini mereka memproduksi Software batik fraktal dengan merek dagang “jBatik”.Dengan peranti lunak Batik, Piksel Indonesia ingin seni batik bisa lebih membumi dan lebih mudah diproduksi secara massal (mass product).

Pada usia berapa sebaiknya kita memulai bisnis? Kolonel Harland David Sanders, pendiri Kentucky Fried Chicken (KFC) yang baru memulai usahanya pada usia 66 tahun. Mark Zuckerberg (pendiri Facebook), Steve Jobs (pendiri Apple), dan Bill Gates (pendiri Microsoft) adalah pebisnis-pebisnis tangguh yang membangun usaha di usia muda, di bawah 25 tahun

Murni Hardayani (Pemilik RaZha), Inggrid Chan (Pemilik Fashionette-Room), Nandra Janniata (Pemilik Katering Bebitang), Dedy Irawan (Pemilik JP Production) dan Budianto Goenawarman (Direktur PT Finroll).

Related posts