Entrepreneur Competition 2019: Pengujian Ide Bisnis dan Prototipe Pruduk Kewirausahaan Mahasiswa STIE AUB Surakarta

Dalam rangka memperingati Hari Kompetensi Nasional (HKN) Indonesia yang jatuh pada tanggal 16 Nopember 2019, STIE AUB Surakarta menyelenggarakan kegiatan bertema; “Entrepreneur Competition 2019” dengan kegiatan Pengujian Ide Bisnis dan Prototipe Pruduk Kewirausahaan Mahasiswa STIE AUB Surakarta.

Kegiatan ini adalah bentuk “luaran hasil belajar” dari pembelajaran Matakuliah Kewirausahaan di STIE AUB Surakarta. Sehingga kegiatan ini mewujudkan bahwa proses pembelajaran klasikal di kelas, harus mampu mewujudkan bentuk produk dari kegiatan belajar teori di kelas. Inilah kekhasan yang dibangus di STIE AUB Surakarta, yaitu mahasiswa harus mampu ujuk kerja, yaitu menghasilkan suatu produk.

Proses selanjutnya mereka/mahasiswa secara individu akan diuji melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk memperoleh sertifikat skema Bisnis Kewirausahaan dari Badan Nasional Serifikasi Profesi (BNSP) RI. Sedangkan skema itu sendiri nantinya ada 3, yaitu jenjang Bisnis dan Kewirausahaan I, II dan III, setiap mahasiswa harus memiliki sertifikat ini sebelum lulus, Sertifikat nasional ini sebagai pendamping Ijasah yang diperoleh oleh Mahasiswa.

Hal tersebut untuk memenuhi amanat undang undang No. 12 Tahun 2012 tentang Sistem Pendidikan tinggi, tertuang pada  Paragraf 7 Sertifikat Profesi dan Sertifikat Kompetensi tertuang pada Pasal 43 dan Pasal 44. Mengenai Hak Perguruan Tinggi untuk memberikan sertifikat Profesi dan Kompetensi bagi para lulusan.

Hal ini juga memperhatikan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2018 Tentang Ijazah, Sertifikat Kompetensi, Sertifikat Profesi, Gelar,Dan Tata Cara  Penulisan Gelar Di Perguruan Tinggi, Bab II, Pasal 2, Ayat (2) yang berbunyi; Penerbitan Sertifikat Kompetensi bertujuan memberikan bukti tertulis mengenai pengakuan kompetensiatas prestasi lulusan sesuai dengan keahlian dalam cabang ilmunya dan/atau memiliki prestasi di luar program studinya.

Salah satu visi Presiden Joko Widodo bertajuk “Visi Indonesia” dalam Bidang SDM perlu dilakukan reformasi besar-besaran dalam hal penyiapan sumber daya manusia harus mulai dilakukan. Pembenahan pendidikan vokasional dan peningkatan keterampilan tenaga kerja dimintanya untuk benar-benar dibenahi dan tereksekusi di lapangan. Selain itu, sejumlah program pemerintah terkait hal tersebut juga dimintanya agar dipersiapkan dengan baik.

Hal inilah yang mendorong pengembangan pendidikan di STIE AUB Surakarta menjadi dasar untuk peningkatan kualitas lulusan yang mampu melahirkan SDM yang memiliki jiwa entrepeneurship, Melalui Kurikulum disamping penguatan atas penguasaan teori, penguasaan kompetensi berbasis sertifikasi kompetensi ujuk kerja, maka beberapa matakuliah pendukung disiapkan untuk mewujudkan upaya tersebut.

Pengembangan terhadap matakuliah kewirausahaan pada Tahun akademik 2019/20120 telah dilakukan rekonstruksi kurikulum dalam perspektif keluasan penguasaan, dimana pada kurikulum sebelumnya hanya terbatas maksimal 3 SKS, maka pada tahun akademik ini dikembangkan menjadi Matakuliah Kewirausahaan yang berkesinambungan; yaitu Matakuliah Kewirausahaan I, Kewirausahaan Lanjutan dan Laboratorium Bisnis dan Kewirausahaan dengan total beban SKS sebesar 9 sks.

Hal yang sama dalam kegiatan ini diungkapkan oleh Ketua Yayasan Karya Dharma Pancasila Surakarta Dr. Anggoro Panji Nugroho MM,  telah menyediakan sarana dan sarana pendukung Laboratorium Bisnis dan Kewirausahaan guna mendorong dan memfasilitasi upaya pengembangan proses pembelajaran di lingkungan Proram Studi  STIE AUB Surakarta.

Maka pada hari Sabtu, 16 Nopember 2019 di Gedung Garuda Graha, STIE AUB Surakarta dilaksanakan kegiatan dengan Tema: “Pengujian Ide Bisnis dan Prototipe Pruduk Kewirausahaan” Mahasiswa STIE AUB Surakarta. Adapun maksud dan tujuan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah: (1). Evaluasi praktikum mata kuliah kewirausahaan; (2) Untuk menguji tingkat kemandirian Wirausaha dan kerjasama atas inovasi produk dan ; (3) Memberi pelatihan kepada mahasiswa dalam bidang bisnis kuliner. Dalam acara tersebut turut dihadirkan Chef. Hendro Purwanto, Ketua Indonesian Chef Asosiatio “ICA” Jawa Tengah, sebagai mentor dan Penguji atas produk yang di hasilkan oleh mahasiswa, kegiatan ini diampu oleh dosen Kewirausahaan Dra. Dina Riana.M.Pd.

Related posts