Pancasila Pemersatu Bangsa, Kerja Ikhlas Sampai Tuntas

Solo – 50 tahun sudah Yayasan Dharma Pancasila atau dikenal YDP ini berdiri. Usia 50 tahun bukan usia yang muda lagi. Tentu banyak suka dan duka dalam perjalananya. Mengenal YDP pastilah kita ingat dengan Dr. Tukidjo sang pendiri yayasan tersebut. Seiring perjalanan waktu YDP berubah menjadi YKDP yang dalam kelanjutanya dipimpin oleh Dr. Anggoro Panji Nugroho, SE, MM. Perlu diketahui bahwa Anggoro adalah cucu dari pak Tukidjo, dan perlu diketahui pula bahwa Anggoro ini anak pertama dari Frensi Tutanto yang sekarang duduk di YKDP sebagai Ketua Dewan Pembina. Pada Senin 28 Oktober, HUT YDP ditandai dengan potong tumpeng, jalan sehat dan upacara bendera yang berlangsung di halaman kampus 2 AUB Surakarta.

Upacara yang diikuti oleh segenap unsur AUB itu berjalan aman dan lancar. Dr. Agus Utomo selaku pembina upacara mengatakan bahwa Pancasila itu lahir sebagai pemersatu bangsa, dan sebagai pondamental negara ini. Kemudian kepada peserta upacara, Agus menegaskan agar semua pegawai AUB dalam bekerja harus dilakukan dengan ikhlas dan tuntas. Sementara itu Dr. Anwar Hamdani selaku sekretaris YKDP usai upacara menambahkan maju mundurnya lembaga pendidikan selain tersedianya sarana dan prasarana juga mutu SDM termasuk sejauhmana peran SDM dalam berpromosi ditengah masyarakat luas. Kita harus ingat bahwa berkembangnya Pergguruan Tinggi biasanya diukur dari seberapa banyak jumlah mahasiswanya serta seberapa besar lulusan atau alumninya yang sudah bekerja di kantor negeri maupun swasta, ungkapnya.

Disamping itu, faktor yang sangat penting adalah persaingan antar lembaga PT. Akreditasi PT biasanya juga berpengaruh, imbuhnya. Nampak dalam gambar, pengurus yayasan sedang foto bersama dengan mengenakan pakaian adat Jawa. Kolaborasi antara HUT YDP dengan peringatan hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober merupakan hari yang sama – sama sakral yang didalamnya memaknai tentang perjuangan dan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara. (Ries/r)

Related posts