Potensi Sosial Ekonomi RT 2 RW 8 Purwopuran

Surakarta – Pada hari Jumat tanggal 16 Agustus 2019, Majalah Didik berkesempatan untuk melakukan liputan di RT 2 RW 8 Purwopuran. Joko Mulyono selaku Ketua RT 2 RW 8 Mengatakan bahwa warga sekitar sedang mempersiapkan acara malam Tirakatan sehingga suasana ketika meliput sangat meriah. Malam tirakatan sendiri memiliki ciri khas masing masing, yaitu Setiap RT menampilkan suatu kesenian yang berbeda dengan RT yang lainnya.

Joko Mulyono mengatakan bahwa sekarang ini Siskamling digalakkan kembali karena adanya kerinduan seperti kembali dahulu dimana guyub rukun dan menjadi satu. Siskamling yang dilaksanakan juga mengadakan ronda keliling, sehingga tidak hanya menunggu di pos kamling saja. RT 02 menjadi pelopor Siskamling, dan pertemuan warga setiap bulan sehingga diharapkan RT yang lain juga mengikuti kegiatan tersebut.

Joko Mulyono mengatakan bahwa di RT 2 terdapat 37 Kepala Keluarga yang rata-rata pekerjaannya adalah sebagai wirausaha, seperti penjual makanan ringan homemade seperti Keripik Peyek, Keripik Usus, dan masih banyak lagi. Sedangkan Joko Mulyono sendiri adalah salah satu wiraswasta yang bergelut dibidang tatah logam. Tatah Logam yang diproduksi tak kalah bersaing dengan produk dari Jogja dan Demak. Kerajinan yang dibuat sudah sering untuk mengikuti Pameran baik di jogja, Semarang, ataupun Surabaya. Bahkan sudah ada pelanggan dari belanda dan tongkat kepala koramil yang dipesan khusus kepada Joko Mulyono. Setiap kerajinan yang dibuat biasanya berkisar Rp. 300.000,00 hingga Rp. 400.000,00  tergantung lama proses pembuatan dan tingkat kesulitannya serta bahan dasarnya seperti kuningan, tembaga, perak, maupun emas.

Tidak hanya sarung keris tetapi juga kesenian ukir lainnya. Proses pengerjaan kerajinan ini biasanya 1 minggu. Proses pembuatan manual dengan menggunakan proses ukir tangan, tanpa cetakan mesin. Terakhir dapat pesanan dari BTN Borobudur untuk membuat cendera mata. Joko Mulyono mengatakan adanya Kendala terkait sulitnya bertemu dengan pembeli langsung. Sehingga sampai sekarang pembeli hanya sekedar kenalan kenalan dekat saja atau dikalangan orang yang pernah memesan kerajinannya.

RW 8 sendiri juga pernah didaulat kelurahan sebagai salah satu peserta Lomba Kebersihan dari Lingkungan Hidup tingkat Surakarta. Serta mendapat juara 3, Sedangkan di tahun tahun sebelumnya pernah mendapatkan juara 2 dan juara 1 Tingkat Kelurahan. Sri Wahono selaku Ketua RW 8 mengatakan bahwa Pembuatan taman RW 8 sangat pesat berkat mudahnya sosialisasi yang dilakukan kepada warga. Warga sekitar ikut mendukung kegiatan ini dengan menanam tumbuhan di depan rumah.

Sri Wahono berharap Sumber Daya Manusia di RWnya maju, oleh karena itu Pihak RW 8 membuka kerjasama dengan seluruh perguruan tinggi maupun instansi lainnya untuk datang dan memberikan sosialisasi, baik terkait dengan dunia pendidikan, kesehatan, ekonomi mikro, yang diharapkan menjadi sebuah modal yang baik untuk seluruh warga RW 8.

Para Lansia RW 8 juga tidak mau kalah dengan mengadakan kegiatan wirausaha yaitu mengenai produksi olahan daun kelor, baik menjadi Teh, Kue, Agar agar, Kopi, mie dan masih banyak lagi. Sri Wahono berharap adanya Pembuatan gedung khusus untuk kegiatan lansia, baik pertemuan lansia, atau olahraga untuk lansia.

Setiap tahunnya RW 8 mengikuti kegiatan kirab budaya, dan kirab tumpeng. Setiap RT menampilkan Kesenian yang berbeda beda. Tidak hanya itu, karena warga masyarakat RW 8 adalah warga yang majemuk, bukan sebuah hal yang aneh bila mengikuti acara Lintas Agama. Dengan semangat menjunjung tinggi Kesatuan dan Persatuan serta ke-Bhinekaan RW 8 ingin menciptakan Sumber Daya Manusia yang Unggul sehingga Indonesia Maju.

Related posts