Mengajarkan Gerak Patut Ditiru Bagi Anak Usia Dini

Sekolah merupakan salah satu jenjang pendidikan untuk memberi bekal ilmu kepada anak-anak. Tidak sedikit orang tua yang mengharapkan anak supaya bisa melewati kegiatan belajar ,baik di sekolah swasta maupun sekolah negeri. Sebelum mendapatkan ilmu, anak-anak harus sudah dibentuk mentalnya agar tidak kaget menerima materi dari bapak atau ibu guru.
Handoko Mulyono, S.Pd menuturkan bahwasanya “Pendidikan itu sangat penting karena anak usia dini merupakan generasi penerus bangsa setelah saya. Karena pada dasarnya sifat yang mendasar bagi anak-anak adalah meniru gerakan orang yang ada di sekitar.” Sumber daya manusia khususnya pengajar tentunya sangat mempengaruhi kualitas anak ,semakin tinggi keprofesionalan pengajar, maka semakin tinggi juga mutu pendidikan pada anak. Lalu bagaimana jika Handoko diminta untuk pindah mengajar? Tentunya Handoko akan berpikir lagi. Siapakah orang berperan penting untuk menjaga pendidikan di Indonesia? Handoko menjawab bahwa seluruh rakyat Indonesia perlu berpartisipasi dalam menjaga pendidikan di Indonesia.
Pria yang kerap disapa Handoko ini memulai mengajar di TK Cemara Dua pada tahun 2005, sekolah yang berdiri pada tahun 1957 ini memiliki ekstra bahasa Inggris, menggambar, drumband dan lain-lain ini biasanya dilakukan pagi hari sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan pada pukul 07.30 WIB sampai dengan 10.30 WIB, istirahat setengah 10 dan tidak boleh keluar. Menurut Handoko Ekstra kurikuler bisa mempengaruhi karakter anak. Siswa di TK Cemara Dua ini biasanya mengikuti lomba mewarnai, senam, kolase, dan sudah biasanya mendapatkan juara 1, juara 2 atau harapan. Ekstra yang banyak diminati siswa adalah drumband yang diikuti kelas b saja, karena alatnya berat. Tujuan dari TK Cemara Dua adalah ingin mencerdaskan anak dan masuk ke jenjang lebih tinggi,menciptakan anak yang berkreasi, berinovasi, dan saat ini sudah mulai tercapai. Fasilitas yang ada di TK Cemara Dua antara lain taman bermain yang bisa mempengaruhi motorik anak, seperti ayunan yang bisa mempengaruhi motorik kasar anak.
Sekolah ini memiliki perbedaan dalam mengelompokkan anak ke dalam kelas, untuk kelompok A diisi anak yang berusia 4-5 tahun,sedangkan kelompok B diisi anak yang berusia 5-6 tahun. Pria yang lahir pada 23 Juli 1974 menuturkan bahwasanya fasilitas bisa mempengaruhi perkembangan,apalagi fasilitas yang modern sangat bisa mempengaruhi pendidikan sang anak. Dan jika akan ada penambahan fasilitas, prosedur yang harus dilakukan adalah lapor ke yayasan, setelah disetujui maka guru yang berjumlah 7 di TK Cemara Dua akan memikirkan dana. Sekolah di Surakarta ini memiliki 75 siswa,ada 6 kelas yaitu kelas A ada 3 dan kelas B ada 3, masing-masing kelas ada 15 anak. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan seorang guru, biasanya 2 bulan sekali ada pelatihan guru-guru. Untuk saat ini, sekolah belum terfokus untuk meningkatkan akademi siswa karena mengingat masih PAUD. Yang membedakan TK Cemara Dua dengan sekolah lainnya adalah siswa dapat mandiri dalam tugas dan dalam melanjutkan sekolah ke SD Cemara Dua dengan berdasarkan tes/zonasi. Di sekolah ini, keterampilan yang diajarkan adalah kolase yaitu dengan cara memanfaatkan botol-botol bekas semisal dibuat pot sesuai dengan umurnya. Kebiasaan yang sudah diterapkan di TK ini adalah memberi makanan sehat atau makan bersama satu bulan sekali ke anak didik.

Related posts