Tips Pelaksanaan Strategi Pairs – Checks

Bambang Sudarmanto, S.Pd.SD

Guru SDN 01 Trengguli, Jenawi, Karanganyar

Pairs –Checks (Berpasangan dan Saling Memeriksa) adalah salah satu strategi pembelajaran berpasangan selain Think Pairs Share (TPS) dan Think Pairs Write (Berpikir – Berpasangan – Menulis) pada model pembelajaran kooperatif. Strategi Pairs – Checks ini dikembangkan oleh Spencer Kagan pada tahun 1993. Pada strategi ini peserta didik dilatih bekerja sama untuk mengerjakan soal-soal atau memecahkan masalah secara berpasangan, kemudian saling memeriksa/ mengecek pekerjaan atau pemecahan masalah masing-masing pasangannya.Untuk melaksanakan strategi Pairs – Checks ini dalam model pembelajaran kooperatif yang anda laksanakan, dapat diikuti langkah-langkah umum berikut ini: 1) Bagilah peserta didik di kelas anda ke dalam kelompokkelompok yang terdiri dari 4 orang. 2) Bagi lagi kelompok-kelompok peserta didik anda tersebut menjadi pasangan-pasangan. Jadi akan ada partner A dan partner B pada kedua pasangan. 3) Berikan setiap pasangan ini sebuah LKS untuk dikerjakan.

LKS terdiri dari beberapa soal atau permasalahan (jumlahnya genap). 4) Berikutnya, berikan kesempatan kepada partner A untuk  mengerjakan soal nomor 1, sementara partner B mengamati, memberi motivasi, membimbing (bila diperlukan) partner A selama mengerjakan soal nomor 1 tersebut. 5) Selanjutnya bertukar peran, partner B mengerjakan soal nomor 2, dan partner A mengamati, memberi motivasi, membimbing (bila diperlukan) partner A selama mengerjakan soal nomor 2 tersebut.  6) Setelah 2 soal terselesaikan, maka pasangan tersebut mencek hasil pekerjaan mereka berdua   dengan pasangan lain yang satu kelompok dengan mereka. 7) Setiap kelompok yang memperoleh kesepakatan (sama pendapat/cara memecahkan masalah/menyelesaikan soal) merayakan keberhasilan mereka, atau guru memberikan penghargaan (reward). Guru dapat memberikan pembimbingan bila kedua pasangan di dalam kelompok tidak menemukan kesepakatan. 8) Langkah nomor 4, 5, dan 6 diulang lagi untuk  menyelesaikan soal nomor 3 dan 4, demikian seterusnya sampai semua soal pada LKS selesai dikerjakan setiap kelompok.

Tips untuk melaksanakan Strategi Pairs – Checks dalam Model Pembelajaran Kooperatif antara lain: 1)Jangan membagi peserta didik secara asal, misal sebangku. Tetapi bagilah peserta didik berdasarkan tingkat kemampuan belajarnya. Jadi, terlebih dahulu sebelum membentuk pasangan, bagilah peserta  didik di kelas anda menjadi 2 kelompok besar, yaitu kelompok atas dan kelompok bawah berdasarkan kemampuan belajarnya. Setiap pasangan harus terdiri dari peserta didik kelompok atas dan peserta didik kelompok bawah. 2) Siapkan soal berjumlah genap, misal 6 soal sampai 10 soal (dengan  memperhatikan alokasi waktu yang tersedia). Soal nomor 1 dan nomor 2 harus memiliki tingkat kesulitan dan bentuk yang sama, begitu seterusnya dengan soal nomor 3 dan 4, 5 dan 6, 7 dan 8, dst. 3) Pada LKS, sebaiknya peranan setiap pasangan dan anggota pasangan (partner) harus jelas, terutama saat strategi ini baru dikenalkan kepada peserta didik agar tidak terjadi kebingungan dalam berbagi tugas. 4) Modelkan atau bimbing semua kelompok  secara klasikal untuk menerapkan langkahlangkah strategi pairs – checks ini di pembelajaran pertama untuk soal nomor 1 dan 2 (dua pertanyaan pertama). 5) Contohkan bagaimana cara mengamati, membimbing, memotivasi partner saat mereka berpasangan. 6) Modelkan perbedaan memberi bimbingan dengan memberikan jawaban kepada partner. Ingat, setiap partner tidak boleh memberi jawaban atau membantu mengerjakan secara langsung saat mereka berpasangan mengerjakan soal. 7) Gunakan hanya 1 LKS dan 1 pensil (pulpen) untuk setiap pasangan. Jadi di atas meja mereka hanya ada 1 LKS yang harus dikerjakan, dan 1 pensil untuk menulis. Ini dilakukan untuk mengefektifkan proses pembelajaran saat berpasangan. Berikut ini beberapa kelemahan yang dapat muncul dari penerapan strategi Pairs – Checks ini pada model pembelajaran kooperatif di kelas antara lain: 1) Membutuhkan waktu yang lebih banyak. 2) Membutuhkan keterampilan peserta didik untuk menjadi pembimbing pasangannya, dan kenyataannya setiap partner pasangan bukanlah peserta didik dengan kemampuan belajar yang lebih baik. Jadi kadang-kadang fungsi pembimbingan tidak berjalan dengan baik.

Beberapa kelebihan strategi Pairs – Checks bila diterapkan pada model pembelajaran kooperatif, yaitu: 1) Melatih peserta didik untuk bersabar, yaitu dengan memberikan waktu bagi pasangannya untuk berpikir dan tidak langsung memberikan jawaban (menjawabkan) soal yang bukan tugasnya. 2) Melatih peserta didik memberikan dan menerima motivasi dari pasangannya secara tepat dan efektif. 3) Melatih peserta didik untuk bersikap terbuka terhadap kritik atau saran yang membangun dari pasangannya, atau dari pasangan lainnya dalam kelompoknya. Yaitu saat mereka saling mengecek hasil pekerjaan pasangan lain di kelompoknya. 4)Memberikan kesempatan pada peserta didik untuk membimbing orang lain (pasangannya). 5) Melatih peserta didik untuk bertanya atau meminta bantuan kepada orang lain (pasangannya) dengan cara yang baik (bukan langsung meminta jawaban, tapi lebih kepada cara-cara mengerjakan soal/menyelesaikan masalah). 6) Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menawarkan bantuan atau bimbingan pada orang lain dengan cara yang baik. 7) Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar menjaga ketertiban kelas (menghindari keributan yang mengganggu suasana belajar). (*

Related posts