Sosialisasi Fasilitasi Permodalan Bagi UMKM, UP2K dan P2MBG Kota Surakarta

Solo – UMKM merupakan badan ekonomi rakyat yang terbukti mampu bertahan saat terjadi krisis moneter. UMKM ini disebabkan karena UMKM rata – rata tidak mempunyai hutang yang besar dan independen. Namun omsetnya sabil sehingga saat kriss justru pendapatan UMKM malah beranjak naik. Hal ini karena saat ekspor nilai tukarnya menjadi naik karena fluktuasi rupiah terhadap USD. Dengan kondisi ini maka UMKM menjadi andalan bagi negara.
Pemerintah sangat antusias dengan UMKM ini. Maka pemerintah kota Surakarta lewat Departemen Perindustrian dan perdagangan bekerjasama dengan STMIK AUB Surakarta mengadakan Sosialisasi tentang permodalan bagi UMKM di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta. Sosialisasi ini dikhususkan bagi perempuan yang mempunyai usaha dengan maeri tentang pengelolaan keuangan secara terperinci dan baik lengkap dengan pajaknya sehingga standard. Bapernas atau Badan Pemberdayaan Perempuan yang mewadai UMKM,
P2BG dan UP2K serta dinas sosial. Pejabat Perguruan Tinggi AUB juga turut hadir di acara ini. Setiap kelurahan juga mewakilkan 5 UMKM nya atau sekitar 150 UMKM di Solo untuk turut dalam workshop ini. Dalam workshop ini menampilkan pakar perpajakan yang kompeten dan mempunyai target agar pengelolaan keuangan para UMKM menjadi lebih baik kata Galih selaku panitia dalam workshop ini.
DR. ANton Respati, MM, M.Hum mengatakan dengan makin membaiknya kondisi UMKM SOlo maka STMIK AUB Surakarta merespon kondisi ini dengan baik dengan mensuport memberikan wadah untuk berkumpulnya para UMKM dengan membangunkan aplikasi berbasis web untuk menampung produk – produk UMKM agar bisa diakses oleh seluruh Indonesia bahkan dunia. Ini juga untuk mengantisipasi pasar bebas sehingga produk nasional menjadi lebih baik lagi.

Related posts