Duo Kakak Beradik Ini Melanglang Buana Harumkan Nama Gunungkidul di Cabang Olahraga Bulutangkis

Semanu-Gunungkidul ternyata memiliki deretan atlet berprestasi cukup banyak. Baik di tingkat provinsi atau bahkan telah ikut dalam ajang nasional dan internasional. Namun demikian, tidak banyak yang mengetahui keterlibatan serta kiprah mereka di dunia olahraga. Proses yang cukup panjang memang harus dilalui. Selain itu, peran orang tua dalam memberikan dukungan, perhatian kepada anak juga sangat penting dan diperlukan. Tidak sedikit dari atlet-atlet Gunungkidul yang memiliki nama besar dan prestasi gemilang, yang pada awalnya termotivasi lantaran seringkali melihat hobi orang tuannya.

Seperti halnya Rosita Poppy Damayanti (19) dan Mahessa Agung Sedayu (10). Keduanya merupakan atlet bulutangkis dari Gunungkidul yang telah malang melintang di lapangan diberbagai kota maupun provinsi. Kakak beradik ini, termotivasi terjun ke dunia bulutangkis lantaran sering melihat ayah mereka bermain bulutangkis. Dari situlah, keinginan untuk semakin mendalami olahraga satu ini terus muncul.

Rosita Poppy Damayanti mengatakan, sejak usia belia ia selalu diajak sang ayah yakni Eko Samuel Nugroho ke lapangan bulutangkis untuk berlatih. Dari beberapa kali melihat, kemudian ia ikut berlatih. Beberapa waktu lamanya memang ada kesusahan tersendiri. Namun seiring berjalannya waktu, latihan demi latihan yang ia ikuti tenyata membuahkan hasil.

Tentu menjadi atlet yang memiliki prestasi gemilang, serta jam terbang tinggi tidaklah instan. Butuh perjuangan dan latihan yang keras untuk menjadi seorang atlet berprestasi

Dari bulutangkis, ia mulai mengikuti berbagai macam kejuaraan di daerah hampir di seluruh Indonesia, lawannya yang memiliki kemampuan tinggi sering kali ia kalahkan dengan pukulan smash yang tidak ada tandingannya.

“Butuh latihan yang rutin memang untuk bisa bersaing dengan atlet yang memiliki jam terbang tinggi. Kalau untuk capain sekarang ini sebenarnya belum luas masih ada evaluasi,” kata Rosita, Minggu (02/12/2018).

Berbagai ajang kejuaraan nasional pun memang pernah ia taklukan. Bahkan dalam waktu dekat ini, remaja jebolan SMA Negeri Tanjungsari ini tengah mempersiapkan diri untuk ikut dalam kejuaran nasional di Jakarta pada 18 hingga 22 Desember mendatang. Selain disibukkan dengan persiapan ini, remaja ini juga kesehariannya disibukkan dengan memberikan pelatihan pada adik-adik yang ingin berkiprah dalam olahraga ini pula.

Prestasinya yang telah diakui oleh sejumlah club besar, membuat dirinya dipercaya untuk memberikan pelatihan pada anak-anak didik di sebuah club. Pelatihan itu sendiri diberikan di Yogyakarta.

Selain Rosita, bakat bulutangkis Eko Samuel Nugroho juga mengalir pada putra keduanya bersama Sri Sedayu itu yakni Mahessa Agung Sedayu. Meski masih berusia 10 tahun, namun kemampuan bocah berpawakan cilik ini tidak bisa diragukan lagi. Sudah puluhan even bulutangkis di berbagai kota diikuti oleh bocah ini.

Mulai dari juara harapan hingga duduk di juara satu pernah di duduki oleh Mahessa. Keuletannya dalam berlatih tanpa batas diacungi jempol oleh kerabat serta rekan-rekannya. Baru-baru ini, Mahessa mengikuti kejuaraan di luar daerah. Hasilnya pun tentu cukup membanggakan bagi pihak keluarga.

“Kalau anak kedua saya (Mahessa) mulai aktif di bulu tangkis sejak usia 6 tahun. Ya tentu semua pernah dirasakan,” ucap Eko Samuel Nugroho.

Dukungan bagi anak-anaknya dalam berkiprah di bulu tangkis terus diberikan agar ada spirit dan kekuatan tersendiri yang terbentuk. Setiap kali ada even selalu orang tua berusaha ikut menunggu sembari memberikan dukungan. Menurutnya hal sekecil apapun dari orang tua menjadi dorongan tersendiri dan begitu berarti bagi anak.

“Kami usahakanlah apapun itu. Saya sendiri sadar dukungan tidak hanya materi itu sangat penting. Semangat mereka dan kepercayaan diri akan tumbuh semakin besar,” ucapnya.

Keluarga yang berdomisili di Desa Semanu Utara, Desa Semanu, Kecamatan Semanu ini memang dikenal sebagai keluarga pebulutangkis. Seringkali bapak dan anak ini berlatih bersama, hanya sekedar untuk mengisi waktu luang atau bahkan memang serius dalam berlatih untuk terus mengasah kemampuan masing-masing. (arista)

Related posts