ASI The Miracle of Water

Seperti di ketahui masyarakat umum ASI memiliki beribu manfaat bagi kesihatan bayi dan balita. Kolostrum adalah cairan berwarna kekuningan yang keluar pertama kali sebelum ASI. Di minggu-minggu terakhir kehamilan hingga waktunya melahirkan, kolostrum sudah diproduksi oleh tubuh ibu. WHO merekomendasikan pemberian kolostrum sebagai makanan pertama bagi bayi yang baru lahir karena komposisinya yang ideal. Memberikan ASI merupakan dambaan setiap ibu yang hamil dan memiliki bayi. Berikut beberapa pakar berkomentar mengenai manfaat ASI.

Siti Murwani SST MM . Bidan Batuwarno,Wonogiri

Manfaat ASI bagi bayi merupakan sebagai sarana pendekatan antara ibu dan bayi, dengan skin to skin bayi dapat berinteraksi langsung dengan ibu yang dapat meningkatkan emosi bagi bayinya. ASI juga sebagai zat kekebalan yang optimal untuk bayi, dengan adanya kolostrum yang diberikan pertama kali kepada bayi. Beda dengan bayi yang tidak mendapat kolostrum, ia lebih rentan terserang sakit.  ASI selalu segar sehingga tidak akan basi sehingga ASI lebih higienis. ASI juga bisa melindungi berbagai alergi makanan dan yang terakhir merupakan makanan yang tepat untuk bayi serta praktis praktis dan ekonomis.

Lasmari, Amd. Keb.SKM.MM

Menurut Direktorat Jendaral Pendidikan Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat pada Pekan ASI Sedunia menyakatan bahwa terdapat 10 kandungan ASI diantaranya, menyelamatkan nyawa dan melindungi bayi dari penyakit karena di dalam ASI terdapat zat zat antiinfeksi. Yang kedua yaitu memberikan semua nutrisi terbaik yang diperlukan bayi, mulai dari protein, vitamin, fosfor, kalsium dan lain lain. Selanjutnya ASI sebagai makanan yang selalu terjamin keamanan serta kebersihannya, karena merupakan hasil sari pati dari makanan yang dimakan oleh sang ibu. Keempat dapat membuat anak tumbuh kuat dan cerdas. Kelima dapat memutus rantai infeksi diare dan kurang gizi, karena sifat asi sendiri yang melapisi mukosa lambung. Keenam dengan pemberian ASI secara terus menerus dapat mempererat hubungan antara anak dan ibu, anak dapat berinteraksi secara langsung dengan bersentuhan kulit ke kulit, dimana menurut penelitian merupakan terapi pertumbuhan terbik yang ada saat ini. Selanjutnya, dengan pemberian ASI secara rutin dapat menurunkan resiko kanker payudara dan indung telur pada ibu. Selanjutnya merupakan sarana KB alami dan akan membantu jarak kelahiran. Kesembilan, dapat menghemat pengeluaran uang karena tidak membeli susu formula untuk mengganti susu yang diberikan pada bayi. Terakhir, dapat melestarikan lingkungan karena tidak ada limbah dan sampah yang dihasilkan dari bungkus susu formula.

Juari, SKM

Sanitarian muda

Badan Kesehatan Dunia merekomendasikan pemberian ASI Ekslusif selama 6 bulan agar bayi terhindar dari resiko alergi dan kurang gizi.  Lutein sfingomeilin dan gangliosida pada ASI sangat baik untuk retina dan membantu penglihatan optimal, aktivitas visual akan lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula. Bayi ASI membutuhkan perawatan ortodentik juga jaarang mengalami maloklusi atau pertumbuhan abnormal pada gigi rahang bawah dan atas. Aktivitas menghisap puting yang sering dilakukan juga mendukung pertumbuhan otot wajah. Perubahan rasa ASI pun memberinya pengalaman rasa, yang akan membantunya beradaptasi dengan makanan padang yang masuk ke mulut. Bayi yang diberi ASI beresiko lebih rendah terhindar dari amandel, sebab daya tahan tubuh bayi lebih baik, sehingga jarang terjadi infeksi tenggorokan. Bagi sistem pernafasan bayi yang diberi ASI akan jarang mengalami infeksi saluran nafas, radang paru-paru dan influenza. Asi bermanfaat bagi usus untuk menghindari diare, gangguan pencernaan gastrointestinal dan proctocolitis atau radang usus bawah akibat alergi protein. Pada kasus invaginasi atau usus terplintir dapat menyebabkan kerusakan saluran cerna, hal ini banyak ditemukan pada bayi yang diberi makanan tambahan berupa pisang dan bubur terlalu dini. Secara alami ASI yang diperoleh sejak awal sebagai vaksin yang bekerja memberantas berbagai bakteri dan virus. Pemberian ASI secara terus menerus akan memperkuat kerja vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh bayi. ASI juga menurunkan resiko kanker dengan adanya Protein Human Alpha Lactabulmin Made Lethal to Tumor Cell yang berfungsi memerangi 40 jenis sel kanker. Pada ASI terdapat unsur makanan dan unsur makanan dan enzim yang didesain khusus untuk bagi dengan komposisi yang pas. Hal ini membuat seluruh kandungan ASI teserap secara efisien tidak membebani ginjal. Pada anak yang tidak diberi ASI dikhawatirkan akan mendapatkan usus buntu. Bayi yang diberi ASI ekslusif akan beresiko lebih rendah menderita apendisitis atau radang usus buntu, sebab kandungan dan komposisi ASI sempurna untuk pencernaan dan lebih higienis. Penyakit radang sendi beresiko lebih rendah  dan jarang ditemukan pada bayi yang diberi ASI.. Diketahui pula IQ bayi lebih tinggi karena konsumsi ASI, hal ini karena kolesterol baik dan berbagai jenis lemak terkandung di dalamnya, sehingga mendukung pertumbuhan tisu pada jaringan syaraf. Karena sifatnya yang Hipoalergenik atau rendah mencetus alergi, sehingga sangat berguna bagi kulit dengan kandungan protein Whey yang membentengi tubuh dari eksim dan masalah kulit lainnya. Pada bayi yang mengonsumsi ASI resiko terserang hipertensi, penyakit kolesterol dan kencing manis saat dewasa akan sangat rendah. resiko infeksi telinga jarang terjadi, sebab posisi vertikal alami ketika menyususi membuat cairan langsung masuk ke saluran mulut. Bayi yang diberi ASI akan lebih rendah terkena kostipasi. Terkait dengan sistem endokrin bayi ASI cenderung terhindar dari penyakit diabetes termasuk pada ibu yang menyusui

Related posts