Pelajar SMA Negeri 1 Baturetno Suling Sampah Plastik Jadi Premium

Baturetno – Megy Dwi Setiawan,kelahiran tahun 2001,Pelajar SMA Negeri 1 Baturetno kelas XII merupakan salah satu siswa yang cukup moncer di sekolah yang dipimpin oleh Sumanto,S.Pd,M.Pd. Banyak guru yang bilang bahwa dia kreatif salah satunya pembimbing Akademiknya Bapak Drs Saifudin,M.S. Guru Bimbingan Konseling(BK) Ibu Rita Purwani,S.PSi juga mengatakan anak itu athikan(kreatif) dan banyak bicara istilah bahasa jawa (crigis). Putra pasangan Sumarmo dan Sarwini yang merupakan salah satu  petani di Dusun Karanggatak RT 1 RW 8, Desa Batuwarno, Kecamatan Batuwarno,Wonogiri.

Berbekal ide kreatifnya ia melakukan percobaan belum terpikir bagi kebanyakan orang. Berbekal bahan-bahan bekas berupa  kaleng roti bekas dan peralon, dia berhasil membuat bahan bakar minyak/premium dari bahan baku plasik bekas. Selama dua bulan ini melakukan eksperimen menyuling plastik bekas menjadi bahan bakar. Awalnya Megy mendapatkan ide menyuling plastik bekas ini dari siaran televisi tetapi tidak begitu lengkap. Rasa penasaran masih bergelayut di benaknya sehingga dia memberanikan diri dan nekat melakukan percobaan yang ia tonton sebelumnya. Mengingat ia merupakan  anak IPS  sehingga tidak paham masalah penelitian kimia seperti itu . .Kemudian ia mencoba berkonsultasi dengan guru kimia Ibu Puji Dwi Hastuti,S.Pd.

Kemudian mulailah dia membuat alat-alat untuk penyulingan menggunakan bekas kaleng roti  dimanfaatkan sebagai alat untuk menyuling.Dibutuhkan tiga kaleng bekas, pipa peralon, selang dan pipa besi. Pertama yang ia lakukan menyambung dua kaleng bekas roti dengan las. Kemudian mengelas pipa besi pada bagian tutup kaleng lalu menyambungkannya dengan selang. ‘

Proses yang sama dilakukan untuk satu kaleng sisanya. Dua alat ini memiliki fungsi yang berbeda. Kaleng yang tinggi untuk menyuling plastik, sedangkan kaleng yang rendah untuk menyuling hasil sulingan pertama. Dngan berbekal biaya Rp. 40.000,- ia membeli peralon, selang, pipa besi dan mengelas.

Cara membuatnya,plastik bekas yang sudah dikeringkan dimasukkan ke kaleng penyulingan lalu dibakar dengan kayu bakar layaknya memasak. Tidak memerlukan waktu lama, uap yang ditangkap melalui pipa besi yang dipasang ditutup kaleng mengalir melalui selang. Di dalam selang terjadi pendinginan. Uap berubah menjadi cair dan menetes sedikit demi sedikit. Tetesan uap ini sudah menjadi minyak, tapi masih mentah. Warnanya gelap, namun sudah menyala jika dibakar. Untuk menjernihkan perlu disuling lagi dengan kaleng yang satunya.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Megy sempat beberapa kali melakukan percobaan bahan baku yang disuling. Pertama kali yang coba disuling yakni botol-botol plastik bekas, seperti botol air minum. Namun, hasil sulingannya tampak kotor, hitam dan ada beberapa yang menggumpal. Kemudian dia mencoba menyuling kantong plastik. Hasilnya lebih cepat dan warna minyaknya kuning jernih, namun tidak sejernih premium.

Plastik bekas yang hasilnya baik itu yang tidak berwarna, yang putih atau bening. Kalau yang lurik-lurik atau berwarna kejernihannya kurang.Untuk setiap satu kaleng penuh plastik yang dipadatkan lalu disuling dapat menghasilkan setengah liter minyak mentah kemudian disuling lagi menjadi bersih dan jernih dengan hasil yang hampir sama.

Dalam hitung-hitungan Megy, biaya produksi bisa jadi nol rupiah, karena selama eksperimen tidak ada bahan baku yang dibeli. Kayu bakar tinggal ambil di dapur rumahnya, sedangkan plastik yang akan disuling biasa dia ambil dari tempat sampah sekolahnya. Sampai saat ini biaya produksi tidak ada, hanya biaya buat alat-alatnya itu saja.Untuk ke depan sudah memikirkan biogas untuk pembakaran yang akan memanfaatkan kotoran sapi miliknya.

Sampai saat ini, Megy masih belum tahu apa yang harus dilakukan untuk menggunakan bahan bakar hasil sulingannya itu. Untuk menggunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor juga belum berani mencoba karena bahan bakar hasil sulingannya belum teruji. Sampai saat ini hanya digunakan sendiri saja, untuk menyalakan kayu bakar kalau memasak.

Related posts