KUASAI BAHASA ASING TANPA MEMINGGIRKAN BAHASA INDONESIA DAN DAERAH

SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar kegiatan Semarak Bulan Bahasa pada Jumat (26/10) yang diikuti sekitar 237 siswa dari kelas 7, 8, dan 9. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengikhtiarkan terjadinya keseimbangan untuk mementingkan keutamaan pemakaian bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.
Aryanto selaku Humas SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengatakan bahwa sekolah ingin mengajarkan kepada siswa untuk terampil berbahasa dengan baik dan benar. Bahasa Inggris harus dikuasai karena merupakan kebutuhan para siswa dalam menjawab tantangan masa depan dan pergaulan internasional, tetapi tidak boleh ada kesan untuk meminggirkan bahasa Indonesia apalagi bahasa daerah terutama bahasa Jawa. Maka dari itu kami konsep kegiatan Bulan Bahasa kali ini dengan perlombaan yang mencakup kesemua bahasa tersebut di antaranya keterampilan bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Inggris, dan bahasa Arab.
“Sesuai dengan tema kegiatan ini adalah Gunakan Bahasa Indonesia, Pelihara Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing maka kami ingin mengajak para siswa untuk mengikhtiarkan diri menguasai ketiga bahasa tersebut untuk menjawab kebutuhan dan tantangan masa depan,” jelas Aryanto kepada media.
Ia pun menambahkan permasalahan sekarang ini yang masih menghadang adalah kesan untuk mengutamakan bahasa asing dengan meremehkan pemakaian bahasa Indonesia bahkan bahasa Jawa. Seperti terdapatnya berbagai intensitas kegiatan siswa mengikuti berbagai kursus keterampilan bahasa Inggris dan berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Hal tersebut bertolak belakang dengan kecenderungan mempelajari bahasa Jawa. Menurutnya masalah di atas perlu segera diurai dengan mengajak para siswa untuk mengikhtiarkan belajar Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa, serta menguasai Bahasa Inggris.
Kusmira Dwi Ayuani selaku ketua Pelaksana Kegiatan Bulan Bahasa 2018 menjelaskan bahwa acara akan dimulai dari pukul 07.30 hingga pukul 14.30 WIB.
“Seharian para siswa akan memacu kompetensi diri dalam perlombaan Bahasa,” jelasnya kepada media.
Ia pun menambahkan perlombaan bahasa tersebut dikelompokkan untuk perlombaan individu dan kelompok. Perlombaan individu antara lain, lomba pidato bahasa Indonesia, pidato bahasa Inggris, pidato bahasa Arab, membaca puisi, membaca geguritan, story telling, menulis cerpen, menulis puisi, resensi buku, fotografi. Perlombaan kelompok antara lain musikalisasi puisi dan short movie. Puncak kegiatan tersebut adalah penyerahan hadiah kepada para pemenang yang diselingi dengan berbagai hiburan penampilan kreativitas dari para siswa.
Harapan dari kegiatan perlombaan ini adalah adanya keseriusan para siswa untuk meningkatkan kompetensi keterampilan bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Inggris, dan bahasa Arab sehingga menjadi bekal mereka untuk bisa eksistensi dalam kancah pergaulan domestik dan internasional.

Related posts