Grebeg Suro Bersama Pertunjukan Wayang Kulit

Tahun baru Islam yang jatuh di bulan Muharam ini juga bertepatan dengan awal penanggalan kalender Jawa, yang dimulai dari bulan Suro. Sebagian masyarakat, khususnya Pulau Jawa berlomba lomba mencari keberkahan di bulan Suro dengan mengadakan Grebeg Suro. Acara ini merupakan acara tahunan yang dirayakan setiap tangal 1 Muharram ( 1 Suro pada tahun Jawa ). Melalui acara ini juga Pemerintah berlomba – lomba menggeliatkan pariwisata melalui Grebeg Suro. Hal ini pula yang coba di lakukan oleh Pemerintah Wonogiri, bertepatan tanggal 1 Oktober 2018 pukul 19.00 WIB bertempat di Lokasi parkir obyek wisata Kayangan, telah dilaksanakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dalam rangka sedekah bumi Grebeg Suro. Dengan harapan acara ini bisa menambah kunjungan wisata di daerah tersebut.

Pagelaran wayang kulit ini mengambil lakon “Wahyu Makutho Romo” dengan dalang Ki A.Dibyo Susanto dan dalang cilik Valentino Suryo Prakoso (SMP Kanisius). Wayang kulit sendiri merupakan seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Jawa. Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan oleh para niaga dan diiringi gendhing –gendhing dinyanyikan oleh pesinden.

Pagelaran ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakili Kepala Bidang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Wonogiri, Eko Sunarsono, S.Sn., Anggota DPRD Kab. Wonogiri, Heru Sukoco, Forkompimcam,  Kades/ Lurah se-Kec. Tirtomoyo, Kepala Dinas/ Instansi Kec. Tirtomoyo, Koordinator Wilayah pendidikan Tirtomoyo, kepala sekolah SMA/SMK/MA, SMP/MTS, SD/MI se-Kec. Tirtomoyo, Toga dan Tomas. Dengan jumlah lk 700 orang.

Acara tersebut dimulai dengan Pembukaan dilanjutkan dengan Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Doa, Laporan ketua panitia (Kades Dlepih) oleh Sutarmo S. E., Sambutan camat Tirtomoyo Kuswarno, STP., M. M. Dalam pidatonya beliau menyampaikan beberapa point diantaranya, ucapan selamat datang kepada tamu undangan di Tirtomoyo, ucapan syukur untuk sedekah bumi yang terlaksana dengan baik, serta pada  tahun 2019 yang merupakan tahun politik beliau berpesan untum mengunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya. Dan dalam pidatonya camat Tirtomoyo menyampaikan bahwa pada bulan Desember 2018 di kecamatan Tirtomoyo akan ada 2 desa yang melaksanakan Pilkades yaitu desa Hargantoro dan desa Tanjungsari.

Sambutan dilanjutkan dengan sambutan Kabid Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Wonogiri  Eko Sunarsono, S.Sn., dalam sambutannya beliau menyampaikan permohonan maaf karena kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kab. Wonogiri tidak bisa hadir karena ada kegiatan lain. Pagelaran wayang dalam rangka sedekah bumi merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang diungkapkan melalui nguri-nguri kebudayaan.

Acara dibuka secara simbolik setelah penyerahan tokoh wayang Arjuno dari Kabid Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Wonogiri Eko Sunarsono, S.Sn. kepada dalang Ki A.Dibyo Susanto dan dilanjutkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Untuk menjamin kenyamanan dan keamanan para warga dan penikmat seni, kegiatan ini diamankan oleh 5 orang personil dari Polsek Tirtomoyo dan dibantu oleh 2 personil Koramil Tirtomoyo dengan wasdal Kapolsek Tirtomoyo AKP Sarno, S.H.,M.H. Dengan kekompakan para anggota TNI dan Polri ini acara tersebut dapat berjalan dengan aman dan terkendali. (fika/syindi/rolita)

Related posts