Al Quran Tulis Metode Follow The Line Merangsang kecerdasan Otak

Solo – Al Qur’an adalah petunjuk atau manual book untuk hidup manusia dalam menghadapai hidup. Namun bagaimana cara membaca dan menulisnya maka diperlukan pengetahuan yang cukup. Sebuah terobosan metode dalam membaca dan menulis Al Qur’an diperkenalkan oleh Ustadz Farza’in kepada masyarakat. Syekh Ali Jabar menegaskan dari sisi lainya bahwa Menulis Al-Qur’an Dengan Tangan bisa merubah perilaku menjaga otak tetap tajam hingga tua, menjaga tradisi ulama jaman dulu dan merupakan revolusi mental terapi kecanduan narkoba, kejahatan dan bahaya pornografi. Kelebihan Pendidikan Karakter Berbasis Menulis Al – Qur’an adalah Meletakan Prosesi mendengar, membaca dan menulis pada satu titik koordinat. Membalik pola pengajaran Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik menjadi Psikomotorik, Afektif dan Kognitif. Melakukan Olahraga, Olah Pikir, Olah rasa dan olah Bathin.
Informasi yang dimasukan ke dalam pikiran secara repetitif, akan membentuk pola dimana pola itulah yang nantinya akan menjadi “DASAR PIJAK” untuk berfikir. Dalam terminologi komputasi hal itu biasa dinamakan File System. File inilah yang menentukan apakah seseorang akan melihat sesuatu sebagai hal yang benar atau salah.

Inilah yang menjadi jalan pikiran atau pola pikir, Jadi informasi yang dimasukan secara repetitif dalam pikiran seseorang akan menentukan karakteristik jalan pikirannya. Atas dasar itu semua maka Penulisan AL-QURAN memang dirancang sebagai titik awal agar sesorang nantinya memiliki karakteristik pola pikir yang berbasis Al-Quran. Dengan metode follow the line maka akan Membangunkan Minimal 20 Karakter. Menulis dengan metode FOLLOW THE LINE akan membentuk mentalitas yang berefek pada otak untuk membangun karakter yang telah ditanamkan oleh Alloh SWT secara interistik ke dalam diri manusia. (Seluruh Gerakan yang muncul dari anggota badan merupakan hasil kerja otak.
Bambang Eka Purnama yang seorang dosen dan praktisi multimedia sangat bangga karena ada salah seorang putera bangsa yang hebat memikirkan urusan surga banyak umat seperti ustadz Farza’in. Kita harus mendukung pemikiran ustadz ini dan siapapun yang berpikir serupa tutur Bambang kepada media.
Sebaliknya, gerakan apapun yang diniscayakan akan berakibat tertentu pada otak dalam hal terbentuknya karakter. Maka secara asumtif jika seseorang menulis Al-Quran tentu ada efek pada otak dalam kaitan dengan terbentuknya pola yang menjadi lahan eksistensial bagi terbangunkannya karakter diri.

Related posts