Ada Reog Ponorogo di Festival Bekakak Yogyakarta

Yogyakarta – Bekakak adalah festival yang diselenggarakan rutin tahunan di Yogyakarta. Festival ini diselenggarakan di Gamping, Sleman, Yogyakarta melintas di jalan raya ringroad barat. Bekakak sendiri maksudnya adalah korban penyembelihan manusia. Namun dalam festival ini dibuat tiruannya berupa model yang duduk bersila terbuat dari tepung ketan dan berisi gula merah. Festival ini juga disebut masyarakat saparan karena diselenggarakan pada bulan Sapar. Festival ini berawal dari cerita rakyat yang melegenda. Dalam festival bekakak ini nampak rombongan reog yang biasanya bisa dilihat di Ponorogo. Barisan reog ini cukup menarik perhatan karena bentuknya yang uni dan terkadang mendekat penonton yang melihat dipinggir jalan.

Berawal dari abdi dalem Sultan Hamengkubuwono 1 . Penyelenggaraan upacara saparan Gamping bertujuan untuk menghormati arwah (roh halus) Kiai dan Nyai Wirosuto sekeluarga. Kiai Wirosuto adalah abdi dalem penangsong yaitu hamba yang memayungi Sri Sultan Hamengku Buwana I pembawa payung kebesaran setiap Sri Sultan Hamengku Buwana 1 berada dan tidak ikut pindah waktu dari keraton pesanggrahan Ambarketawang ke keraton yang baru. Bersama keluarganya ia tetap bertempat tinggal di Gamping. Dan inilah yang kemudian dianggap sebagai cikal bakal penduduk Gamping.

Related posts