Upaya Meningkatkan Kualitas Proses Dan Hasil Belajar Kewirausahaan Dengan Metode TGT (Teams Games Tournament) Ular Tangga Di Kelas XI A Musik Semester Genap SMKN 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2016/2017

Oleh : Dra. Sri Tarmiyati, MM

Pembelajaran kewirausahaan di SMK Negeri 8 Surakarta umumnya dilakukan dengan metode ceramah, resitasi, dan membaca buku teks. Menurut Galbraith (1967) untuk mempelajari suatu ilmu, seseorang harus cekatan dalam menyimak, memahami dan mengambil keputusan, agar nantinya lebih mampu bertahan hidup. Untuk itu, pendidik tidak boleh text-book oriented, sebab menurut biasanya bercorak generalisasi dan mendorong proses pembelajaran hanya sekedar menjejalkan ide-ide abstrak, sehingga siswa cenderung memorizing not understanding. (Sukarman, 1988).

Beberapa kenyataan di atas menjadikan pembelajaran kewirausahaan di SMK Negeri 8 Surakarta menjadi kurang menarik. Sebagai akibatnya, muncul kebosanan dan kejenuhan dari siswa untuk mempelajarinya, karena mereka hanya diarahkan untuk sekedar menghafalkan saja. Hal tersebut terjadi karena selama ini materi yang dipelajarinya tidak menyentuh kebutuhan mereka.
Atau dengan kata lain materi yang dipelajari tidak relevan dengan pengalaman mereka seharihari, akhirnya materi tersebut dianggap kurang menantang. Dalam mengajar, guru hendaknya lebih kreatif dalam memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan keadaan serta kondisi lingkungan dimana dia mengajar. Pemilihan
dan penentuan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan diharapkan akan memudahkan siswa dalam memahami materi tersebut. Selain itu siswa bisa lebih berperan aktif dalam proses belajar mengajar.
Selama ini siswa selalu terkondisikan untuk menerima informasi apa adanya, sehingga siswa cenderung pasif
dan menunggu diberi informasi tanpa berusaha menemukan informasi tersebut. Siswa hanya mampu untuk menghafal tanpa memahami materi yang telah diterimanya.
Maka dari itu agar siswa lebih bisa lagi mengasah kreatifi tasnya diperlukan sebuah metode pembelajaran yang menekankan kreatifi tas siswa. Dengan diterapkannya variasi metode pembelajaran diharapkan akan menumbuhkan motivasi dan minat siswa dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan prestasi belajarnya.
Selain itu metode pembelajaran yang bervariasi akan lebih meningkatkan keaktifan siswa serta membuat
siswa dapat lebih memahami materi yang diberikan sehingga bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu metode pembelajaran yang lebih menekankan pada keaktifan siswa adalah metode pembelajaran kooperatif model TGT (Teams Games Tournament). Teams Games Tournament (TGT) merupakan metode pembelajaran permainan yang mengutamakan pola interaksi antar siswa yang terbentuk dalam kelompok siswa dan selalu bekerja sama secara kooperatif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan guru melalui kotak kotak pertanyaan.
Prosedur dan langkah-langkah yang digunakan dalam melaksanakan penelitian ini mengikuti model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart yaitu model spiral. Perencanaan Kemmis menggunakan sistem spiral refl eksi diri yang dimulai dengan rencana tindakan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing) dan
refl eksi (refl ecting). Kegiatan ini disebut dengan satu siklus kegiatan pemecahan masalah (Suharsimi Arikunto, dkk, 2006:117). Indikator keberhasilan yang sudah tercapai dalam penelitian ini adalah tanggung jawab siswa
terhadap tugas-tugas yang di berikan guru dan tugas sebagai siswa sekolah. Di tandai dengan siswa datang
tepat waktu walaupun ada juga yang terlambat tetapi masih dapat di toleransi, siswa juga membawa modul
yang diberikan guru sebagai tambahan pelajaran, dengan prosentase mencapai 72.72 % pada siklus ini
siswa sudah dapat bertanggung jawab terhadap tugastugasnya.
Prosentase 95.45 % tingkat kehadiran siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dalam siklus ini, pada siklus ini terdapat satu orang siswa yang tidak mengikuti pelajaran dikarenakan sakit yang sudah diberitakan kepada guru melalui surat.
Pada siklus II target (indikator keberhasilan) hampir tercapai walupun ada beberapa indikator keberhasilan yang tidak tercapai bahkan ada yang turun prosentasenya, seperti tingkat kehadiran siswa yang semula pada siklus I melebihi target yang sudah direncanakan sebelum penelitian ini yaitu mencapai 95.45 %, pada akhir siklus II hanya mencapai 86.36 % saja. Beberapa permasalahan yang dapat digali dari pihak sekolah maupun siswanya langsung, dapat diketahui penyebabnya yang mengakibatkan tingkat kehadirannya menurun antara lain beberapa siswa sakit selama 2 hari. Indikator keberhasilan lain yang menurun yaitu, rasa tanggung jawab siswa terhadap tugas-tugasnya sebagai siswa kelas XIA Musik, di tandai dengan siswa tidak membawa modul, siswa yang terlambat yang menjadi penyebab menurunnya indikator ini adalah adanya faktor kepadatan jadwal serta kejenuhan siswa terhadap kegiatan sekolah, menyebabkan daya konsentrasi siswa menjadi menurun. Selain indikator keberhasilan siswa yang menurun ada juga indikator keberhasilan (target) yang tercapai pada siklus II mengalami peningkatan di bandingkan dengan siklus I bahkan melewati target sebelumnya antara lain interaksi siswa dengan guru yang semakin intensif, salah satunya ditandai dengan siswa banyak bertanya langsung kepada guru, mencapai 90.91 %, siswa mulai semakin tidak canggung mengemukakan pendapat bahkan berani mengoreksi penjelasan guru, bekerja sama siswa sesama anggota kelompok juga naik menjadi 80 % dibandingkan dengan siklus I yang hanya mencapai 40 % karena siswa sudah terbiasa berinteraksi di kehidupan sehari-hari mengakibatkan belajar secara berkelompok mudah dilaksanakan oleh siswa melalui metode TGT (Teams Games Tournament). Indikator keberhasilan lain yang tercermin pada siklus II ini adalah ketuntasan siswa yang mencapai 86.36 % yang sebelumnya hanya 31.81 % saja.
Berdasarkan hasil diatas secara keseluruhan penelitian penerapan metode TGT (Teams Games Tournament) ular tangga dapat dikatakan berhasil karena pada akhir penelitian semua kriteria keberhasilan yang ditetapkan telah terpenuhi yaitu dapat meningkatkan kualitas proses belajar siswa yaitu meningkatnya kerjasama siswa dalam
kelompok, interaksi siswa dengan guru, prestasi belajar (ketuntasan). Sedangkan untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan aspek kehadiran perlu untuk dikaji ulang atau perlu tindak lanjut agar kualitas proses dan hasil belajar siswa di SMK N 8 Surakarta dapat meningkat. Diyakini bahwa keberhasilan beberapa indikator keberhasilan yang sudah tercapai merupakan dampak positif dari metode mengajar yang diimplementasikan. (*)

Related posts