STMIK dan AT AUB Selenggarakan PPA Tekankan Bela Negara

Solo – Bela Negara merupakan tema utama yang digunakan untuk memotivasi mahasiswa baru dalam Program Pengenalan Kampus di STMIK dan AT AUB Surakarta. Tidak ada perploncoan kata Pak Joko Direktur AT AUB. Ini dalam rangka membangun karakter mahasiswa agar tumbuh cinta tanah air sehingga merasa memiliki negara ini tandasnya lebih lanjut. Mahasiswa mengawali PPA dengan upacara pembukaan di lapangan AUB. DR. ANton Respati yang selalu menegaskan bahwa biarkan saja kampus lain menjadi kampus dengan ranking teratas naman STMIK dan AT AUB akan menjadi kampus favorit katanya. Setelah upacara calon mahasiswa ini diarahkan untuk masuk ruangan aula AUB.
Mahasiswa dengan atribut garuda didada menggambarkan bahwa lambang negara ini harus tertanam di dada dan masuk kedalam sanubari. Dengan begitu apapun yang dilakukan akan memberkas dan untuk kejayaan negeri.
Pengenalan panitia PPA menjadi agenda pertama dan dialnjutkan dengan pemateri 1 Dody Satriya,M.Kom yang menegaskan kembali dan mendetailkan tentang bela negara.
Setelah Dody pembicara selanjutnya adalah Ernes Cahyo Nugroho yang memaparkan tentang Revolusi Industri 4.0. Mahasiswa dikenalkan bahwa kita ada sekarang ini menggunakan teknologi yang apda awalnya sangat mendasasr dan menjadi referensi teknologi sekarang ini. Di era indsutri 4.0 kalau kita tidak bisa mengikuti maka kita
akan jauh tertinggal.Namun kita jangan menjadi budak teknologi tandasnya.
STMIK dan AT AUB tahun ini mengagendakan PPA dengan metode konstruktif buakn destruktif dan memotivasi mahasiswa untuk kuat dalam fisik dan jiwa begitu kata Paryanta, M.Kom wakil ketua 1 bidang akademik kepada media. Paryanta menandaskan juga memfasilitasi PPPK dan ruang kesehatan untuk berjaga bagi yang bermasalah dengan kesehatannya. Dengan PPA diharapkan kedisiplinan mahasiswa terbentuk dan dimulai dari sini sehingga siap mengikuti kegiatan PBM nantinya menambahkan.

Related posts