Sekolah Kejuruan Butuh Pelajaran Simple Agar Lebih Menarik dan Masuk ke Pemikiran

Pada awalnya pendidikan dimaksudkan untuk mendidik benih manusia agar murid tumbuh menjadi seorang yang berakhlak tinggi dan mulia, yaitu mengajarkan nilai kehidupan kepada seorang murid. Misi utama lembaga pendidikan adalah mengajarkan budi pekerti, etika, saling mengalah dan mendulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Hal ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat. Setelah itu institusi dan tenaga pendidik baru akan mengajarkan keterampilan yang membuat benih murid itu mampu menyokong hidupnya sendiri di masa depan.

Tapi pada zaman sekarang banyak sekolah terutama pada sekolah menengah kejuruan yang sudah menerapkan fullday school yang seharusnya tidak diberi PR (Pekerjaan Rumah) ,tapi banyaknya tugas yang diberikan oleh guru  mengakibatkan murid menjadi malas untuk mencerna pelajaran belum lagi pelajaran yang banyak mengakibatkan murid menjadi bingung untuk mengatur waktu bahkan  sampai mengakibatkan hubungan dengan keluarga mejadi renggang karena jarangnya sosialisasi.

Menurut Endang Retna Palupi S.Pd M.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah bidang hubungan industri SMKN 6 Surakarta menyatakan ”Materi yang diajarkan harus sesuai kurikulum namun untuk SMK khususnya pelajaran produktif bisa menambah maupun mengurangi durasi, ini dilakukan setelah dilakukannya sinkronisasi kurikulum sesuai kebutuhan DUDI (Dunia Industri)/masyarakat pengguna, apabila materi tersebut banyak dibutuhkan oleh DUDI maka durasi bisa ditambah dengan mengurangi durasi yang di dunia industry tidak begitu digunakan atau dengan menambah materi yang tidak terdapat di kurikulum tapi diperlukan di dunia industry, hal ini sudah dilaksanakan oleh SMK yang selalu di awali dengan kegiatan sinkronisasi kurikulum di awal tahun pelajaran baru “.

Related posts