Rumah Pengasingan Bung Karno Saksi Bisu Cinta Fatmawati dan Sejarah Bangsa

Bengkulu – Sukarno sebelum kemerdekaan mempunyai sejarah yang cukup kuat. Perjuangannya melawan penjajah Belanda cukup disegani. Karena eksistensinya pada masa itu Sukarno kemudian diasingkan kebeberapa kota di Indonesia. Diantaranya adalah Bengkulu. Di Bengkulu Sukarno merupakan tahanan Polotik Belanda agar aktivitasnya tidak berbahaya. Kini rumah pengasingan Bung Karno menjadi musem yang merupakan saksi sejarah bangsa. Lokasinya berada di jalan Sukarno Hatta Kelurahan Anggut Atas kecamatan Gading Cempaka Bengkulu. Sebenarnya pada awalnya rumah Bung Karno ini milik Lion Bwe Seng seorang pedagang Tionghoa yang disewa oleh Belanda untuk SUkarno. Rumah ini didiami SUkarno pada tahun 1938-1942.
Ada banyak peninggalan di museum ini, ada Seragam tonil, ranjangn tempat tidur, foto Fatmawati dan Sukarno, sepeda yang digunakan SUkarno, meja kerja dan buku buku yang mayoritas berbahasa Beanda. Saat memasuki kompleks museum pengunjung akan dihadapkan pada halaman yang luas namun terawat. Ada 5 ruangan yang bisa dikunjungi, ruang tamu, ruang tidur. Sukarn sendiri di asingkan ke Bengkulu dan tiba pada 14 Februari 1938. Disinilah Sukarno muda akhirnya bertemu dengan Fatmawati yang kemudian menikahinya dan melahirkan 2 putra dan 3 putri, yakni Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri dan Guruh Soekarnoputra.
Ada yang mkenarik di kediaman ini yaitu sumur yan masih aktif dan dipelihara oleh pengelola. Konon pengunjung yang datang ini selalu menyempatkan untuk bercuci muka. Mitosnya ada banyak hal, diantaranya adalah enteng jodoh. Namun semua tergantung kuasa Tuhan. Sumur ini berada disamping rumah dan masih terdapat halaman yang cukup luas yang tertata rapi. Ada kamar kecil di samping sumur. Pengunjung dari luar kota biasanya menyempatkan untuk mengunjungi museum ini. Ada banyak hal Heri yang berasal dari Bandung misalnya yang sedang bertugas di Bengkulu datang bersama temannya untuk sekedar mengetahui peninggalan sejarah bangsa ini tuturnya.

Related posts