Ratusan Guru Wonogiri Nekat Padati RM Alami Sayang

Sebanyak seratus lebih guru di Wonogiri memadati ruang pertemuan Rumah Makan Alami Sayang, Ngadirojo, Wonogiri. Mereka berbondong-bondong dari seluruh kecamatan di Wonogiri untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Penguatan Bahasa dan Seni Budaya Jawa.

Ria Sulistiyono, ketua panitia kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kerja sama Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Wonogiri Bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari yaitu pada tanggal 1, 2, 8 dan 9 September 2018 bertujuan agar guru dapat menulis kalimat atau paragraf bahasa Jawa sesuai dengan kaidah yang benar, guru dapat menulis kalimat atau paragraf dengan menggunakan Aksara Jawa dengan benar, guru dapat berdialog dengan menggunakan bahasa Jawa dengan tepat dan guru dapat menyanyikan (nembang) Tembang Macapat dengan benar”.
Materi tersebut untuk meningkatkan mutu Pendidikan di Wonogiri terutama Mata pelajaran bahasa Jawa di Sekolah Dasar (SD) yang meliputi pembelajaran bahasa, sastra, dan budaya Jawa. Tujuan dari pembelajaran bahasa Jawa adalah agar siswa dapat berkomunikasi dengan bahasa Jawa yang santun dan berbudi pekerti luhur sesuai budaya Jawa. Di samping itu, pembelajaran bahasa Jawa sebagai wujud konservasi budaya. Namun, kenyataannya siswa SD kurang dilatih berbahasa Jawa di sekolah karena guru merasa kesulitan membelajarkan bahasa Jawa. Kesulitan guru dalam membelajarkan bahasa Jawa disebabkan materi ajar mendengarkan dan berbicara bahasa Jawa tidak disediakan di sekolah. Selama ini guru mengajarkan bahasa Jawa hanya menggunakan buku atau LKS. Hal itu hanya cocok untuk pembelajaran membaca dan menulis. Selain itu, guru merasa kekurangan waktu untuk membelajarkan keempat keterampilan berbahasa Jawa.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri Drs. Siswanto,M.Pd. Dalam sambutannya beliau menyampaikan adanya rasa prihatin terhadap kondisi sekarang. Masih banyak guru yang kurang menguasai keterampilan dalam berbahasa Jawa, guru juga merasa kesulitan dalam menyanyikan tembang Macapat. Dengan kondisi tersebut, beliau mengajak agar guru-guru di Wonogiri meningkatkan kemampuan berbahasa Jawa dengan baik dan benar. Beliau juga berpesan supaya guru-guru selalu belajar Bahasa Jawa yang merupakan identitas orang Jawa. Karena Pendidikan Bahasa Jawa selaras dengan penguatan Pendidikan karakter di dalam Kuirkulum 2013. Dimana Bahasa Jawa banyak terkandung nilai-nilai karakter yang bisa diajarkan kepada anak didik. Sebagaimana pesan dari Sunan Kalijaga yaitu Topo Wono, Mbedah desa, Milang kori.

Pelatihan yang dilaksanakan selama empat hari ini akan melatih guru untuk lebih memahami tentang paramastra, sastra Jawa, dan Seni tembang jawa serta macapat yang dilengkapi dengan kegiatan praktik. Sehingga diharapkan guru dapat menguasai Bahasa Jawa sebagai bekal untuk pembelajaran di sekolah masing-masing. Sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Suliyanto.S.Pd,M.Pd. dan Parno,S.Pd.

Related posts