Permainan Tradisional Tumbuhkan Karakter Siswa

Oleh: Maria Sri Hartati, S.Pd, M.Pd
Guru SD N 01 Suruh Tasikmadu Karanganyar Salah satu faktor utama goblalisasi adalah perkembangan Teknologi Informasi dan komunikasi. Globalisasi suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah, globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, dan terutama pada bidang pendidikan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai dengan semakin kencangnya arus globalisasi dunia membawa dampak tersendiri bagi dunia pendidikan. Bukti globalisasi dalam pendidikan adanya sekolah billingual school, bahasa asing yaitu (bahasa Inggris dan bahasa Mandarin) sebagai mata ajar wajib sekolah dan program kelas internasional.

Di tengah era digitalisasi, manusia sudah tidak menjadi manusia lagi. Manusia perlu “dimanusiakan” kembali, khususnya generasi anak-anak sebagai aset dan penerus bangsa. Mengapa?
Karena telah terjadi krisis karakter yang diakibatkan oleh “termakan” zaman. Kemajuan teknologi semakin
menimbulkan perubahan dalam berbagai pola perilaku, tidak terkecuali kemajuan teknologi juga merambah pola perilaku dalam dunia bermain anak yang mengakibatkan “krisis karakter”. Permainan anak yang dihadirkan zaman digitalisasi ini lebih menggiring anak menjadi “operator” dan bukan menjadi “kreator”, sehingga karakter anak menjadi krisis. Jika ini dibiarkan, bagaimana nasib anak dan bangsa kita jika sudah mengalami “krisis karakter”? Salah satu metode sangat sederhana yang dapat penulis sumbangkan adalah melalui pembentukan karakter dengan mendekatkan anak kembali ke dunia “permainan tradisional”.
Karakter adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” (menandai), yaitu menandai tindakan atau tingkah laku seseorang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, karakter diartikan sebagai sifat-sifat
kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang menjadi ciri khas seseorang. Istilah ini selanjutnya lebih merujuk secara umum pada bentuk khas yang membedakan sesuatu dengan yang lainnya.
Untuk itu pengertian karakter adalah sikap dan cara berpikir, berperilaku, dan berinteraksi sebagai ciri khas seorang individu dalam hidup, bertindak, dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, maupun bangsa. “Karakter itu menjadi bagian identitas diri sendiri seseorang sehingga karakter dapat disebut sebagai jati diri atau kepribadian yang baik.
Kearifan lokal merupakan nilai budaya lokal yang dapat dimanfaatkan untuk mengatur tatanan kehidupan masyarakat secara arif atau bijaksana. Kearifan lokal adalah pengetahuan asli atau kecerdasan lokal suatu masyarakat yang berasal dari nilai luhur tradisi budaya masyarkat tersebut. kearifan lokal dapat dimanfaatkan untuk pembentukan karakter generasi muda sehingga karakter itu berbasis budaya/kearifan lokal bangsa sebagai warisan leluhur. Dalam pembangunan karakter bangsa Indonesia, kearifan lokal menjadi sumber penting yang harus dimiliki oleh generasi penerus bangsa. Salah satu sumber kearifan lokal yang bersumber pada sinergi
nilai budaya adalah permainan tradisional. Permainan tradisional menjadi pendorong bagi perkembangan anak, selain itu permainan tradisional ini memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang perlu dilindungi, dijaga dan dilestarikan keberadaanya.
Seperti permainan tradisional yang dapat melatih ketangkasan, kekuatan fisik, kegesitan, keberanian, ketrampilan, dan lain sebagainya. Permainan tradisional anak merupakan salah satu bentuk permainan yang beredar secara lisan di antara anggota masyarakat, berbentuk tradisional, terdapat aturan main yang mengandung nilai-nilai luhur,
dilakukan melalui interaksi dan diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Dalam permainan tradisional, segala sesuatunya bersifat alamiah, dimana tidak ada setting yang dipersiapkan, anak menjadi lebih banyak mendapat kesempatan mengeksplorasi berbagai media yang tersedia secara alami sebagai dasar berpikir kreatif. Keanekaragaman jenis permainan tradisional yang menggunakan bahan alami (bambu, kertas, kayu, tanah, batang tanaman, daun-daunan, jerami, batu,), mampu memberikan rangsangan sensorimotor yang kaya, baik dari tekstur, ukuran berat dan bentuknya yang beragam, seperti: ular naga, jamuran, tarik tambang. Permainan tradisioanal secara langsung atau tidak langsung akan melahirkan kepekaan terhadap perilaku dan sikap pada anak. Hal ini memiliki pengaruh yang besar untuk menumbuhkan karakter anak. Usaha-usaha yang dilakukan untuk menumbuh kembangkan potensi anak agar mampu berfi kir dan bersikap. Ada empat komponen untuk membantu anak menumbuh kembangkan potensinya, yaitu dengan kesadaran, eksplorasi, penyediaan pengalaman, dan teman sebaya. Hal ini sesuai dengan dunianya yaitu belajar serta bermain.
Jenis permainan tradisional adalah permainan yang pertama kali dikenal di lingkungan karena telah menjadi turun temurun dari orang tua mereka atau nenek moyang. Permainan tradisional merupakan permainan yang diturunkan dan diciptakan oleh nenek moyang kita, sehingga perlu di jaga dan di lestarikan. Permainan tradisional diciptakan tidak asal-asalan dalam pembuatanya, namun di balik permainan itu tersimpan kandungan moralnya yang berguna untuk menumbuhkan karakter bagi anak. Selain itu banyak manfaat anak dalam bermain karena bermain itu merupakan kebutuhan pokok setelah terkungkung dalam pelajaran maka anak membutuhakan penyegaran. Manfaatnya bermacammacam dari aspek kognitif, emosional bahkan spiritual.
Berdasarkan uraian tersebut diatas ternyata permaianan tradisional mampu memberikan sumbangan dalam pembentukan karakter siswa karena melalui permainan tradisional dapat melatih kemampuan motorik anak, sikap anak,keterampilan anak dan membentuk karakter anak yang luhur nilai moral yang positif bagi pertumbuhan anak.(*)

Related posts