Pentingnya Toilet Di Jalur Infrastruktur Jalan Raya Atau Tempat Umum

Ketika membicarakan layanan publik sebuah kota, yang tergambar adalah layanan transportasi publik, taman kota, tempat parkir, maupun fasilitas untuk pengguna khusus (penyandang cacat, manula, wanita hamil dan anak-anak). Dan ini tidak salah, tapi masih ada satu hal yang sangat vital dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang sering dilupakan yaitu Toilet.

Toilet merupakan sebuah infrastruktur yang tentunya sangat penting dan sangat dibutuhkan bagi manusia, di setiap rumah-rumah kita tentunya ada toilet sendiri dan ini bukan menjadi masalah yang berarti, karena hampir di setiap rumah pasti ada fasilitas toilet.  Tapi bagaimana jika kita hendak BAB atau BAK saat kita berada di Jalan? Kita pasti sering kesulitan mencari toilet saat di jalan raya atau tempat-tempat umum lainnya, pasti kita sering mencium bau pesing yang menyengat di beberapa tempat seperti terminal, pasar umum, ataupun di beberapa sudut jalan, dan tidak heran jika masih banyak masyarakat yang masih buang air kecil sembarangan karena memang terbatasnya fasilitas Toilet di tempat umum. Dan bagaimana jika kita merasa ingin Buang Air Besar saat dijalan? Pasti kita akan mencari Pom Bensin milik Pertamina karena terdapat fasilitas toilet umum di Pom Bensin Pertamina, tapi bagaimana jika di posisi itu kita jauh dari Pom Bensin tersebut? Ini tentunya program yang harus disorot ataupun diurus oleh pemerintah.

Menurut Nanang Inwanto, S.pd selaku wakil kepala sekolah SMA N 4 Surakarta “Toilet sangat dibutuhkan untuk menjaga kebutuhan, dan hidup tertib, untuk menghindari orang BAK di pinggir jalan / orang BAB di kali dan Toilet umum sangat dibutuhkan baik di Tempat umum ataupun di masyarakat yg daya dukung untuk menyediakan toilet sendiri masih kurang”. Ketersediaan publik toilet memang mutlak dibutuhkan.  Namun menyediakan begitu saja tanpa memperhatikan hal-hal penting juga akan berdampak buruk. Tidak saja akan sia-sia keberadaanya, justru merusak pemandangan, sumber penyakit dan bau.

Toilet umum tak hanya berarti tempat defecate/urinate saja, tetapi juga menyangkut beberapa aspek lain, yakni; aspek kemudahan pengguna, aspek kesehatan, aspek pemeliharaan, aspek lingkungan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan sebuah toilet umum. Pertama, ketersediaan akses akan toilet umum. Selain ada toilet umum, hal yang juga tidak kalah penting adalah keberadaan toilet umum tersebut terinformasi kepada masyarakat luas, baik dalam bentuk penunjuk arah dan penandaan. Letak toilet umum tidak harus persis di pinggir jalan protokol, ini justru akan mengganggu. Namun keberadaanya harus terinformasi dengan jelas. Penandaan atau penunjuk arah menjadi penting dalam hal ini.

Kedua, desain toilet umum. Berbeda dengan toilet pribadi di rumah, dimana pengguna toilet hanya orang tertentu, pengguna toilet umum adalah masyarakat yang selalu berganti-ganti. Direkomendasikan seminim mungkin ada sentuhan tangan. Misalnya keran air secara otmatis, Menghindari banyak sentuhan, efektif untuk mencegah masuknya kuman penyakit.

Ketiga, pengelolaan toilet umum. Jamak ditemui toilet umum yang justru bau, jorok dan mempengaruhi psikologis pemakai. Untuk itu dibutuhkan perawatan dan pembersihan yang dilakukan secara berkala, dikerjakan oleh tenaga yang terlatih, serta menghindari penggunaan bahan kimia secara berlebihan dalam proses pembersihan untuk mencegah pencemaran lingkungan dan efek kesehatan bagi manusia.

Keempat, charging (bebayar). Idealnya publik toilet tidak dikenakan biaya, karena ini bagian dari layanan publik sebuah kota. Kendati demikian, bila harus dikenakan biaya, prinsipnya adalah full cost recovery, yaitu sebagai pemulihan biaya pengadaan dan perawatan. Bukan malah dianggap sebagai revenue center, untuk mengeruk keuntungan dan sumber pendapatan.  (tiyar/r)

Related posts