Pentingnya Pendidikan Kewirausahaan Dalam Membentuk Karakter Siswa

OLEH : SRI SUWARNI, SIP
GURU PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN SMK NEGERI 2 SURAKARTA

Kewirausahan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang  baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarya dan bersahaja dan berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya.

Seseorang yang memiliki karakter wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Wirausaha adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya. Norman M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993:5), “An entrepreneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the purpose  of achieving profit and growth by identifying opportunities and asembling the necessary resources to capitalze on those opportunities”. Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses/meningkatkan pendapatan. Intinya, seorang wirausaha adalah orang-orang yang memiliki karakter wirausaha dan mengaplikasikan hakikat kewirausahaan dalam hidupnya. Dengan kata lain, wirausaha adalah orang-orang yang memiliki jiwa kreativitas dan inovatif yang tinggi dalam hidupnya.

Dari beberapa konsep di atas menunjukkan seolah-olah kewirausahaan identik dengan kemampuan para wirausaha dalam dunia usaha (business). Padahal, dalam kenyataannya, kewirausahaan tidak selalu identik dengan karakter wirausaha semata, karena karakter wirausaha kemungkinan juga dimiliki oleh seorang yang bukan wirausaha. Wirausaha mencakup semua aspek pekerjaan, baik karyawan swasta maupun pemerintahan (Soeparman Soemahamidjaja, 1980). Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup (Prawirokusumo, 1997). Pembelajaran ketrampilan praktik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan bagian yang integral dalam pembelajaran Produk Kreatif & Kewirausahaan. Di kurikulum 2013 revisi 2017, Produk Kreatif dan kewirausahaan merupakan salah satu materi pelajaran ketrampilan, hastakarya, atau disebut kerajinan tangan atau ketrampilan tangan, yang mana pembelajaran ini dapat menjadi wahana untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai. Produk Kreatif dan kewirausahaan sebagai salah satu ilmu terapan yang ikut menentukan kemajuan dan perkembangan ketrampilan.

Dengan belajar Produk Kreatif dan kewirausahaan peserta didik diharapkan dapat memiliki ketampilan keteknikan, maupun wawasan ide yang berasal dari teknologi kearifan lokal. Produk Kreatif dan kewirausahaan berkaitan erat dengan proses mencari tahu dan membentuk kreativitas secara sistematis hingga menghasilkan suatu produk yang bernilai serta mendidik siswa menjadi calon calon wirausaha yang handal. Pembelajaran Produk Kreatif dan kewirausahaan bertujuan untuk membentuk manusia secara utuh (holistik), sebagai insan yang memiliki karakter, pemahaman dan ketrampilan sebagai wirausaha. Pada dasarnya, pembelajaran Produk Kreatif dan kewirausahaan dapat diimplementasikan secara terpadu dengan kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah. Pelaksanaan pembelajaran Produk Kreatif dan kewirausahaan dilakukan oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan (konselor), peserta didik secara bersama-sama sebagai suatu komunitas pendidikan. Pembelajaran Produk Kreatif dan kewirausahaan diterapkan ke dalam kurikulum dengan cara mengidentifi kasi jenis jenis kegiatan di sekolah yang dapat  merealisasikan pembelajaran

Produk Kreatif dan kewirausahaan serta direalisasikan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pengintegrasian nilai-nilai kewirausahaan ada banyak nilai yang dapat ditanamkan pada peserta didik. Apabila semua nilai-nilai kewirausahaan tersebut harus ditanamkan dengan intensitas yang sama pada semua mata  pelajaran, maka penanaman nilai tersebut menjadi sangat berat. Oleh karena itu penanaman nilai nilai kewirausahaan dilakukan secara bertahap dengan cara memilih sejumlah nilai pokok sebagai pangkal tolak bagi penanaman nilai-nilai lainnya. Selanjutnya nilai-nilai pokok tersebut diintegrasikan pada semua mata pelajaran. Dengan demikian setiap mata pelajaran memfokuskan pada penanaman nilai-nilai pokok tertentu yang paling dekat dengan karakteristik mata pelajaran yang bersangkutan. Nilai-nilai pokok kewirausahaan yang  diintegrasikan ke semua mata pelajaran pada langkah awal ada 6 (enam) nilai pokok yaitu: mandiri, kreatif pengambil resiko, kepemimpinan, orientasi pada tindakan dan kerja keras.(*)

Related posts