Jagalah Nama Baik Almamater dan Jadilah Agen Perubahan Bangsa

Dari wisuda perguruan tinggi AUB Surakarta
Dr. Agus Utomo
Ketua STIE AUB Surakarta
JAGALAH ALMAMATER DAN JADILAH AGEN PERUBAHAN BANGSA
Wisuda merupakan akhir dari sebuah study bagi mahasiswa disini seorang wisudawan akan mempertanggung jawabkan ilmunya di tengah masyarakat, otomatis mereka akan bekerja, mengabdi, berbaur dengan masyarakat luas. Sarjana harus bisa menjadi pemimpin dalam segala lini kehidupan karena sarjana itu orang yang terdidik dalam perguruan tinggi memiliki kemampuan dalam me-manage segala sesuatu yang ada, mereka akan meninggalkan kampusnya untuk mengaplikasikan ilmunya ditengah masyarakat, sarjana harus bisa menjadi panutan dalam segala hal atas dasar itulah sarjana harus mampu merealisasikan skill nya. Seperti yang baru saja terjadi pada Sabtu, 15 September 2018 Perguruan tinggi AUB menggelar wisuda. Wartawan majalah didik Tiyar dan Aria yang meliput acara tersebut menulis sebagai berikut.

Dr. Agus Utomo dalam sambutannya mengatakan Pada hari ini Almamater melepas sejumlah 342 wisudawan, yang selanjutnya akan menjadi Alumni Perguruan Tinggi AUB Surakarta. Dengan modal sosial dan modal kepribadian yang saudara mahasiswa miliki, pada hari ini setelah upaya keras saudara yang dilakukan selama beberapa tahun, saudara telah sukses memperoleh gelar akademik Ahli Madya, Sarjana dan Magister yang merupakan akhir dalam pendidikan Saudara. Inilah modal intelektual yang mampu merubah kepribadian saudara, dan saudara layak disebut sebagai kaum cendekia.
Seorang yang memiliki modal intelektual dan sikap cendekia akan mampu menghindarkan diri dari pola pikir yang sempit, mereka akan selalu berpikir konstruktif dalam bersikap maupun bertindak. Untuk pencapaian tersebut Pimpinan dan seluruh Civitas Akademi menyampaikan selamat pada saudara. Kami mengharapkan saudara untuk mengamalkan ilmu dalam profesi Saudara masing-masing secara lebih bertanggung jawab dan berkualitas.
Saudara-saudara lulusan Perguruan Tinggi AUB Surakarta, Citra maupun profil lulusan Perguruan
Tinggi AUB Surakarta terbawa pada diri Saudara sekalian. Jagalah nama citra almamater ini. Belajarlah terus sepanjang hayat, almamater selalu menanti anda, capailah gelar yang lebih tinggi. Saudara alumnus Perguruan Tinggi AUB Surakarta harus menjadi agen perubahan bangsa ini dengan bekerja keras, jujur dan disiplin, lakukanlah perubahan mulai dari diri sendiri, mulai sekarang dan mulai dari yang mudah.

Sementara itu ketua Yayasan Karya Dharma Pancasila (YKDP) Dr. Anggoro Panji Nugroho,MM menyatakan Revolusi Industri 4.0 akan melihat beban besar dalam model bisnis lintas sektor. Pada masanya, diperlukan cara-cara baru untuk mengenali dan mensertifikasi pembelajaran berbasis dunia kerja. Hal tersebut akan membutuhkan kemitraan baru antara lembaga pendidikan dan industri. Beberapa ahli menyarankan bahwa akan ada kebutuhan untuk program studi sarjana terkompresi, dilengkapi dengan praktik dan studi mendalam.
Perguruan Tinggi, oleh karena itu perlu memikirkan kembali bagaimana proram akademik akan disusun dimasa depan. Untuk mengenali pembelajaran berbasis kompetensi yang lebih fleksibel, berorientasi pada praktik, sistem akreditasi/sertifikasi yang baru diperlukan. Penerapan analitik big data dalam pengajaran dan pembelajaran akan membentuk lingkungan pembelajaran yang mengadopsi masa depan. Untuk menanggapi kebutuhan era Revolusi Industri 4.0, perguruan tinggi harus memainkan peran mereka sebagai media untuk mendidik generasi dan inovasi masa depan. Tetapi kerja sama erat dengan industri dan para pemangku kepentingan akan semakin penting untuk penerapan pendidikan 4.0.
Wisuda yang berlangsung di Gedung Garuda Graha kampus 2 STIE AUB tersebut diikuti oleh wisudawan dan wisudawati, STIE, STMIK, dan Akademi Teknologi. Untuk wisuda kali ini STIE meluluskan 279 sarjana, STMIK 46 orang sarjana, Akademi Teknologi 19 orang sarjana. Dengan demikian jumlah total 342.
Dinyatakan sebagai wisudawan / wisudawati cumlaude dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE)-AUB Surakarta masing- masing program studi adalah sebagai berikut:

Program Magister Managemen S-2 adalah Drs. Nurbiyantoro,MM dengan IPK 3,98. Dari Program Studi Managemen S-1 adalah Juliana Nickhie Pruwitanthie, SE dengan IPK 3,45. Dari Program Studi Akutansi S-1 adalah Riska Nur Rahmah,SE dengan IPK 3,54. Dari Program Studi Keuangan dan Perbankan D-3 adalah Sulistyo Adhi Krisnanto,A.Md dengan nilai IPK 3,21. Dari Program Studi Manajemen Informatika D-3 adalah Nona Dea Susan, A.Md dengan nilai IPK 3,76. Dari Program Studi Akutansi D-3 adalah Devika Indhira Triangga, A.Md.
Dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK)-AUB Surakarta masing-masing program studi adalah sebagai berikut:
Program Studi Sistem Informasi S-1 adalah David Tjandra Akhir, S.Kom dengan nilai IPK 3,79. Dari Program Studi Sistem Komputer S-1 adalah Ika Parlina Purbaningtyas, S.kom dengan nilai IPK 3,70. Dari Program Studi Teknik Komputer D-3 adalah Rido Budi Atmojo, A.Md. dengan nilai IPK 3,41.
Dari Sekolah Tinggi Akademi Teknologi (AT)-AUB surakarta adalah masing- masing program studi sebagai berikut:
Program Studi Teknik Mesin D-3 adalah Arif,A.Md dengan nilai IPK 3,52. Dari Program Studi Elektro D-3 adalah Nanang Dwi Nugroho, A.Md dengan nilai IPK 3,64. (tiyar,aria/r)

Related posts