Belajar Seni Rupa Dalam Mata Pelajaran Seni Budaya Melalui Ragam Hias

 

OLEH: DANUNG RANU PRANOWO, S.Pd
GURU SENI BUDAYA SMK NEGERI 8 SURAKARTA

Dasar untuk berkarya seni rupa adalah keberanian untuk menggoreskan atat menggambar seperti pensil tinta, cat atau apa saja yang bisa memberi bekas warna kedalam sebuah media. Menggunakan media tentu harus dimengerti karakteristik media ataupun peralatan yang digunakan.

Sejak jaman purba penggunaan media gambarsudah dilakukan hal itu seperti ditemukannya lukisan lukisan yang terdapat dalam gua gua yang sudah berumur ribuan tahun. Hal ini menunjukkan memang seni rupa adalah merupakan kebutuhandan bagian hidup manusia. Seseorang melukis atau menggambar adalah merupakan kebutuhan, dengan  menggambar maka dapat membuat penggambaran secara visual tentang apa yang dirasakan dan difikirkan, dan merupakan rekaman atau peristiwa peristiwa yang berhubungan dengan dirinya kemudian dimelaui simbol atau gambar nyata lalu diungkapkan menurut kemampuan penggambarnya.

Kemampuan menggambar adalah merupakan kemampuan yang didapat dari hasil belajar, seberapa hasil sebuah kemampuan menunjukan seberapa banyak hasil belajar yang telah dilakukan. Belajar menggambar dapat dimulai dari bermacam macam cara namun untuk membuat gambar objek apapun biasanya lebih mudah bila diawali dari membuat sketsa, dan melalui sketsa maka perupa akan memulai mengaktifk an kreatifi tasnya dengan mempertimbangkan bentuk ukuran gaya ritme harmoni dan sebagainya. Dalam mengukur dan meningkatkan kemampuan siswa yang sedang belajar seni rupa ada baiknya diawali dari belajar seni ragam hias. Dalam belajar ragam hias tahapannya bisa diawali dengan tahapan yang paling sederhana yaitu menyusun unsur seni rupa yang berupa titik garis dan warna, dan dalam belajar ragam hias agar lebih bebas menaurut saya siswa lebih baik diberi kebebasan menentukan ragam bentuk yang mereka buat.

Sebagai guru dalam mennyampaikan materi perannya cukup mengarahkan nilai nilai estetikanya yang perlu diperhatikan misalnya komposisi warnanya, harmoni, kesatuan dan lain sebagainya, sehingga hasil karya siswa diharapkan memiliki presentasi orisinalitas yang besar, dan diharapkan siswa sudah memiliki kemampuan berimajinasi, berekspresi maupun berkreasi. Belajar ragam hias memang dapat juga dilakukan dengan mengamati dan meniru bentuk bentuk ragam hias yang sudah ada, misalnya entuk-bentuk ragam hias klasik seperti yang terdapat pada kain batik, ukiran kayu, ataupun kain tenun. Belajar ragam hias dengan teknik mencontoh ragam hias apa yang sudah ada memang ada juga baiknya karena para siswa tinggal menirukan bentuk bentuk yang sudah tersedia kedalam kertas gambar, namun hal tersebut gurumemiliki tantangan lain yaitu mempunyai kemampun mengarahkan bagaimana memahami bentuk bentuk yang sudah ada seperti nilai historis, simbolis dan kegunaan ragam hias dan lain sebagainya , disamping itu juga guru perlu mengenal kaidah-kaidah yang berhubungan dengan bentuk dan ukuran dari motif motif yang sudah terkenal misalnya seperti bentuk bentuk motif klasik geometris seperti bentuk parang, tumpal, lidah api dan sebagainya.

Kelemahan belajar ragam hias ini adalah siswa akan menemui tingkat kesulitan yang tinggi karena siswa akan belajar tentang aturan, ukuran, karakteristik bentuk dan simbol yang harus dipahami sebelum membuatnya diatas kertas. Namun ada kelebihannya yaitu siswa menjadi mengerti nilai nilai budaya yang terdapat pada bentuk ragam hias tradisional yang kaya akan nilai nilai filosofi sehingga dapat dijadikan ilmu pengetahuan akan betapa tingginya nilai pesan yang dimiliki oleh para leluhur atau pendahulu kita dalam berbudaya. Teknik pembelajaran dikelas dalah kunci keberhasilan dalam pelaksanaan pembelajaran membuat ragam hias diatas kertas. Hal tersebut bisa kita awali dengan penayangan contoh-contoh ragam bentuk karya ragam hias yang sudah ada, kemudian dilanjutkan penjelasan tentang klasifikasi-klasifikasi bentuk, pengenalan nama dan istilah istilah yang ada pada tiap motif, semua keterangan dapat didiskripsikan oleh guru dan disampaikan pada peserta didik, hal ini dimaksudkanuntuk mendasari konsep konsep dalam berkarya. Tujuannya adalah siswa tidak hanya sekedar menggambar tapi juga mengerti akan apa yang digambar, dan menggambar ragam hias tidak hanya sekedar membuat wujud tetapi juga meresapi apa yang divisualkan. Dalam kegiatan yang lebih bersifat apresiatifdan pemahaman wujud seperti diatas perlu juga dilakukan pemberian pengarahan tentang komposisi bentuk dan warna di setiap karya yang dibuat siswa, makadalam hal ini diperlukan pembimbingan baik secara individu maupun kelompok dan juga secara klasikal, pembimbingan secara individu yaitu dengan mengamati kinerja siswa satu persatu, secara kelompok yaitu pengamatan secara kelompok belajaryang telah di buat sebelumnya, dan secara klasikal yaitu berupa pengarahan secara umum didepan kelas.

Dari artikel ini maka dapat disimpulkan bahwa belajar seni rupa melalui ragam hias dapat dilakukan melalui dua cara yaitu dengan belajar ragam hias yang menitikberatkan kemampuan berekspresi, atau mencurahkan fi kiran dan pengalaman kedalam bidang gambar, tanpa terpengaruh oleh bentuk-bentuk ragam hias yang sudah ada. Belajar dengan cara ini kelebihannya siswa akan mampu menghasilkan karya dengan corak yang baru, dan siswa dapat terpacu memiliki kreatifi tas yang tinggi. Cara yang lain belajar ragam hias dapat juga dilakukan dengan mencontoh bentuk bentuk ragam hias tradisional atau ragam hias yang sudah ada sejak dahulu dan dipakai secara turun temurun. Belajar ragam hias ini kelebihannya siswa jadi mengerti tingkat keunggulan karya cipta para leluhur jaman dahulu, memahami nilai-nilai filosofi yang tersirat dalam karya ragam hias, dan ikut melestarikanya, sehingga karya seni ragam hias yang merupakan aset budaya nasional tidak akan hilang dan dan tetap lestari.(*)

 

 

Related posts