Anti Radikalisme dan Terorisme Menjad Tema Bela Negara di Pengenalan Kampus STMIK AUB

Solo – Berlokasi di Ruang Seminar STMIK AUB Doddy Satriya dan Ernes memamaprkan tentang Bela negara. Di hari Pertama Diapaprkan Tentang Anto Radikalisme dan Terorisme. Tema ini diangkat karena calon mahasiswa nantinya dalam proses belajar mengajar di STMIK AUB fahamnya tidak terbelokkan ke faham tersebut ungkap Doddy. Ini juga untuk emngantisipasi agar mahasiwa tidak terjerumus ke aktivitas yang bertentangan dengan negara dan agama.
Doddy mengungkapkan bahwa yang dimaksud Radikalisme adalah suatu ideologi (ide atau gagasan) dan paham yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial dan politik dengan menggunakan cara-cara kekerasan/ ekstrim. Radikalisme tidak pernah berujung perdamaian, Radikalisme tidak pernah membawa tujuan yang baik. Saat ini penyebaran radikalisme di Indonesia sudah mulai di luncurkan. Terdapat beberapa sasaran paham radikalisme. Diantaranya adalah Kampus atau Lingkungan akademisi, Masyarakat kurang mampu dan Masyrakat yang masih polos.
Diantara ciri penyebaran radikalisme adalah Sembunyi sembunyi, memanfaatkan fasilitas kampus di luar waktu NORMAL. Selalu terorganisir dalam komunikasi.
BAGAIMANA CIRI-CIRI ORANG TERJANGKIT VIRUS RADIKALISME? Pendiam, Berubah drastis dari penampilan tapi tetap sehat jasmani, Membenci aturan dan kadang hukum dan selalu mengedapankan Agama, bukan aturan dimana dia berada dan tinggal. Untuk Revolusi Mental adalah gerakan sosial untuk bersama-sama menuju Indonesia yang lebih baik. Dilakukan dengan program “gempuran nilai” (value attack) untuk senantiasa mengingatkan masyarakat terhadap nilai-nilai strategis dalam setiap ruang publik.
Pembicara Kedua Pak Ernes mengungkapkan tentang Kejahatan komputer dan keamanannya. Mahasiswa sengaja di berikan materi awal tentang bela negara agar tertanam jiwa patriotisme didalam dirinya dan siap mengikuti perkuliahan dengan semangat

Related posts